Kongres Masyarakat Adat
Atraksi Suku Biak Berjalan di Atas Api Meriahkan Festival Danau Sentani di KMAN VI Papua
Apen memiliki artian batu yang dibakar, sedangkan Beyeren berarti kesepakatan. Atraksi ini menyatukan perbedaan frekuensi energi
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: M Choiruman
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Atraksi Apen Bayeren merupakan ritual berjalan di atas bara api ditampilkan oleh Suku Biak Numfor di Festival Danau Sentani di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Kamis (27/10/2022) malam.
Apen Bayeren adalah salah satu tarian khas Biak Numfor yang lekat dengan unsur budaya juga unsur magis.
Baca juga: Bupati Jayapura Lakukan Atraksi Jalan di Atas Api, Masyarakat Berdecak Kagum
Karena Apen memiliki artian batu yang dibakar, sedangkan Beyeren berarti kesepakatan. Atraksi ini menyatukan perbedaan frekuensi energi antara manusia dan bara batu. Setelah semuanya sama, maka bara batu yang diinjak ini tidak akan melukai atau terasa panas.
Atraksi ini ditampilkan oleh Suku Biak Numfor di depan Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw saat mengunjungi Festival Danau Sentani di Dermaga Khalkote.
Atraksi yang ditampilkan di Festival Danau Sentani ini menarik seluruh pengunjung sehingga ramai dikerumuni.
Mathius Owautauw mengawali atraksi ini atas permintaan masyarakat adat Suku Biak Numfor. Namun Mathius hanya menginjakkan sekali ke atas bara api sebagai simbolis.
Baca juga: Kisah Merlin, Penari Robong Holo di Festival Danau Sentani 2022
Pantauan tribun-Papua.com, ritual itu dibuka oleh Bupati Jayapura, Provinsi Papua, Mathius Awoitauw.
Ritual itu mencuri perhatian ribuan pengunjung di acara Festival Danau Sentani (FDS) di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua. (*)