Kongres Masyarakat Adat
Penampilan Peresean di SBY Curi Perhatian Peserta KMAN VI Papua
Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Penampilan Peresean dari masyarakat Lombok di Lapangan sepak bola, Stadion Barnabas Youwe, Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua mencuri perhatian ribuan peserta Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI, Jumat (28/10/2022).
Sekadar diketahui, Peresean adalah pertarungan antara dua lelaki yang bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) dan berperisai kulit kerbau yang tebal dan keras (perisai disebut ende).Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat suku Sasak, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Indonesia.
Baca juga: Kunjungi Gua Jepang di Kampung Dondai, Peserta KMAN VI Asal Kalimantan Panjatkan Doa
Penampilan itu membuat peserta KMAN VI terlihat terus berdatangan untuk menyaksikan penampilan tersebut.
Kepala Adat Kampung Babrongko, Ramses Wally mengatakan, penampilan Peresean sangat unik.
"Saya baru lihat, dan memang pertarungannya seru," kata di kepada Tribun-Papua.com, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.
Menurutnya, budaya-budaya tradisional seperti yang ditampilkan oleh masyarakat adat dalam KMAN VI terus dipertahankan.
"Artinya, supaya anak cucu kita bisa tau tentang budaya kita, dan menunjukan bahwa kami masyarakat adat masih ada untuk Indonesia," ujarnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Peresean-dari-masyarakat-Lombok.jpg)