Kongres Masyarakat Adat
Seksi Konsumsi KMAN VI: Tak Ada Sekat di Meja Makan
Menurut Amelia Ibo Toam, ketika makanan tersaji di meja makan, lunturlah sekat perbedaan antar peserta KMAN VI. Mulai dari suku, agama, dan ras.
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Kresensia Kurniawati Mala Pasa
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI – Seksi konsumsi mengambil peran penting dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) VI, Jayapura mulai Senin (24/10/2022) hingga Minggu (30/10/2022).
Koordinator lapangan seksi konsumsi KMAN VI, Amelia Ibo Toam (56) membeberkan, total ada 45 kelompok ibu-ibu yang bergilir menyiapkan konsumsi bagi seluruh peserta KMAN VI.
Terdiri dari persekutuan wanita gereja Kristen dan Katolik, maupun dari kelompok ibu-ibu majelis taklim.
Baca juga: Dinamika KMAN VI Papua: Sempat Terjadi Ketegangan, Peserta Silang Pendapat soal Pasal 16 AD/ART
Menurut Amelia Ibo Toam, ketika makanan tersaji di meja makan, lunturlah sekat perbedaan antar peserta KMAN VI. Mulai dari suku, agama, dan ras.
"Semua makan dari meja yang satu, tidak lihat siapa yang masak," ujar Amelia Ibo Toam saat ditemui TribunPapuaBarat sedang menjaga meja makan di Stadion Barnabas Youwe, Jayapura, Jumat (28/10/2022).
Dia mengaku senang dan bangga KMAN VI bisa diadakan di wilayah adat Tabi.
Sehingga, ucapnya, bentuk dukungan kaum perempuan dengan cara menghidangkan makanan dengan sepenuh hati.
"Biar tong (kita) cape, kebanggaan kami adalah mereka (peserta KMAN VI) makan dan merasa puas," imbuhnya.
Amelia Ibo Toam juga menjadi koordinator lapangan seksi konsumsi di kampung halamannya, Yakonde, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua.
Baca juga: Rapat KMAN VI Deadlock, Pemuda Minta Pasal 16 Diubah agar Dilibatkan dalam Pengurus Damannas
Dia menyebut, sekitar ada 300-an peserta KMAN VI yang menginap di Kampung Yakonde.
Sehingga, keseharian para ibu-ibu tukang masak dimulai dari pukul 03.00 WIT, untuk menyiapkan sarapan bagi peserta.
Setelah itu, berlanjut masak untuk persiapan makan siang di Stadion Barnabas Youwe.
"Lalu tong balik siap untuk makan malam di kampung, karena peserta balik ke sana. Nanti selesai untuk istirahat itu bisa jam satu pagi," urainya.
Adapun menu makanan dan minuman KMAN VI didominasi makanan lokal Papua.
Mulai dari papeda, umbi-umbian rebus, ikan kuah kuning, tumis bunga pepaya dan lainnya.
"Untuk sayur-mayur tong beli di pasar, kalau ikan tong ambil dari hasil tangkapan warga kampung," bebernya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/28102022-kman-5.jpg)