Pemkab Jayapura

Warga Kabupaten Jayapura Diimau Tidak Membuang Sampah Sembarangan, DLH: Banyak Pelanggaran

Imbauan ini lantaran saat ini sebagian masyarakat tidak lagi patuh terhadap larangan membuang sampah di jam yang telah ditentukan pemerintah.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
SAMPAH - Truk pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jayapura saat mengangkut sampah di Pasar Pharaa, Sentani, Distrik Sentani. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Warga Kabupaten Jayapura diimbau untuk tidak membuang sampah di kali dan danau.

Masyarakat juga diminta untuk tidak membuang sampah dan di luar waktu yang ditentukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Imbauan ini lantaran saat ini sebagian masyarakat tidak lagi patuh terhadap larangan membuang sampah di jam yang telah ditentukan, yaitu dari pukul 19.00 WIT hingga pukul 05.00 WIT.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Jayapura, Abdul Rahman Basri, di Sentani, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Soal Tumpukan Sampah di Pasar Pharaa Sentani, Disperindag Jayapura Akui Kekurangan Armada

Padahal aturan tersebut sudah di sosialisasikan dan diinformasikan kepada masyarakat agar tertib membuang sampah.

Abdul menegaskan aturan tersebut juga diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Persampahan dan Perda Nomor 8 Tahun 2012 tentang Retribusi Sampah.

Sampah yang menggunung selama tiga hari di Pasar Pharaa, Sentani, Distrik Sentani, Kepala Dinas Disperindag, Theopilus Tegari akui kekurangan armada pengangkut dan beberapa kendala internal
Sampah yang menggunung selama tiga hari di Pasar Pharaa, Sentani, Distrik Sentani, Kepala Dinas Disperindag, Theopilus Tegari akui kekurangan armada pengangkut dan beberapa kendala internal (Tribun-Papua.com/ Putri)

"Kedua peraturan ditindak lanjuti dengan surat edaran bupati. Seperti melakukan pengangkutan sampah pada jam dan waktu yang telah ditentukan dan lokasi yang disiapkan," ujarnya kepada Tribun-Papua.com.

Kepadatan penduduk dan pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Jayapura berdampak pada volume sampah.

Untuk itu, masyarakat diharapkan membuang sampah sesuai dengan tempat dan waktunya sebagai bentuk kepedulian dan ikut menjaga kebersihan lingkungan.

Adapun Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang berada di Kampung Kwadewar, Distrik Waibu seluas dua hektar juga telah mengelola sampah sesuai dengan peraturan pengelolaan lingkungan.

Baca juga: Tumpukan Sampah Jenis Botol Plastik Tutup Drainase, Warga Minta Segera Dikeruk

Setiap instansi baik pemerintah dan lembaga yang melaksanakan aktivitas kegiatan pembangunan wajib mengikuti ketentuan terkait dengan pengelolaan lingkungan.

"Kami juga punya mesin untuk mengelola limbah baik Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan medis."

"Ada mesin seperti di Rumah Sakit Yowari dan puskesmas proses pengolahan limbah yang di kelola dan diatasi agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan," ujarnya.

Sebanyak 20 armada dan tenaga kerja sebanyak 200 orang baik sopir pengangkut dan penyapu, kata Basri, pihaknya berharap kerjasama semua pihak turut terlibat menjaga lingkungan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved