Catatan Piala Dunia 2022

Catatan Piala Dunia 2022: Menanti Oase di Tengah Gurun Derita

Rakyat Argentina yang sedang menderita di bawah pemerintahan Alberto Fernández, membutuhkan oase di tengah nestapa yang mereka alami

Editor: M Choiruman
Istimewa
Willy Kumurur, penikmat bola 

UNTUK pertama kalinya dalam enam bulan pada September 2022 perekonomian Argentina mengalami kontraksi, meskipun ada manuver kebijakan nilai tukar dari pemerintah yang memicu peningkatan nilai tukar terhadap dolar dan ekspor tanaman.

Pengertian kontraksi ekonomi adalah tatkala aktivitas ekonomi agregat menurun, seperti produk domestik bruto (PDB) riil dan produksi industri. Jika PDB riil turun dua kuartal berturut-turut, menurut para ekonom, itu pertanda resesi.

Baca juga: Catatan Piala Dunia 2022: Jalan Terjal Menuju Puncak Klasemen

Media Argentina, Buenos Aires Times, memberitakan bahwa aktivitas ekonomi turun 0,3 persen pada bulan September dibanding bulan sebelumnya.

Gejolak politik pada Juli yang lalu mengakibatkan pemecatan tiga menteri ekonomi dalam empat minggu.

Empat dari sepuluh rakyat Argentina miskin dan bank sentralnya mengalami kehabisan cadangan devisa, akibat melemahnya mata uang lokal.

Di awal tahun, dana moneter internasional (IMF) memperkirakan kenaikan harga di Argentina sebesar 43 persen tahun ini, sekalipun dalam kenyataan mencapai 72,4 persen saat ini.

Dalam situasi ekonomi yang muram seperti ini, jutaan rakyat Argentina bertahan hidup hanya berkat dapur umum dan program kesejahteraan negara. Upaya sosial ini disalurkan melalui partai politik yang berkuasa.

Kesepakatan baru-baru ini dengan IMF untuk merestrukturisasi utang senilai 44 miliar dollar US mendapat kritikan karena dinilai akan menghambat proses pemulihan ekonomi.

Dengan kondisi ekonomi yang sulit ini, Argentina terjun di kancah pertempuran di Piala Dunia 2022. Dokter yang berjasa pada awal karier sepak bola Lionel Messi, Diego Schwarzstein, mengakui bahwa dia tidak ingin negaranya, Argentina, memenangkan Piala Dunia 2022.

Baca juga: Argentina vs Meksiko, Laga Hidup Mati Messi: Cek Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2022 Hari Ini

Schwarzstein berhasil merawat Lionel Messi setelah dia didiagnosa mengidap defisiensi hormon pertumbuhan saat berusia sembilan tahun. Empat tahun setelah perawatannya dimulai di bawah Schwarzstein, Messi direkrut oleh Barcelona (2001).

"Sebagai penggemar bola, tentu saja saya ingin negeri saya juara. Tetapi sebagai warga negara Argentina, saya ingin Messi dan kawan-kawan kalah dalam tiga pertandingan awal dan tersingkir di fase grup.”

Prediksi dokter Schwartzstein jika La Albiceleste juara Piala Dunia 2022, status juara itu akan dimanfaatkan pemerintahnya untuk mengeluarkan kebijakan yang tidak pro rakyat.

Baca juga: VIRAL Lionel Messi Rayakan Gol Cristiano Ronaldo ke Gawang Timnas Ghana di Piala Dunia 2022

Pada saat rakyat sedang euforia dengan kemenangan, pemerintahnya akan mengeluarkan kebijakan devaluasi mata uang peso, karena rakyat tidak fokus.

Dan itu berarti negerinya akan bangkrut. “Kami telah mengalami banyak krisis, namun ini yang terburuk,” ujarnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved