Kunker Wapres Maruf Amin

Tingkatkan Pembangunan di Papua, Wapres Ma’ruf Amin: Harus Ada Pendekatan Kulturan dan Struktural

Akselerasi pembangunan di Papua agar dapat berhasil harus melalui jalur structural dan diperlukan pendekatan secara kultural.

Editor: Roy Ratumakin
wapresri.go.id
Wakil Presiden (Wapres), Ma’ruf Amin. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin menegaskan, akselerasi pembangunan di Papua agar dapat berhasil harus melalui jalur structural dan diperlukan pendekatan secara kultural.

“Kami juga bertemu dengan tokoh-tokoh gereja dari gabungan gereja-gereja kemudian pusat gereja di Papua, Christian Center untuk membicarakan tentang perkembangan langkah baru perkembangan Papua dan pentingnya pemahaman dari masyarakat melalui jalur kultural,” kata Wapres Ma’ruf Amin di Gedung Keuangan Negara, Jl. Ahmad Yani No. 8 Gurabesi, Kecamatan Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua, Selasa (29/11/2022).

Baca juga: Wapres Maruf Amin Bahas Dampak Otsus dan DOB bersama Forkopimda Papua

Wapres menyampaikan, proses harmonisasi ini dapat didorong dengan kerja sama dari para pemuka agama dan tokoh masyarakat (local champion) yang keberadaannya sangat dekat dengan masyarakat.

“Dalam rangka memberikan pemahaman kepada masyarakat, pengaruh tokoh agama terutama gereja-gereja sangat penting sebagai local champion yang memiliki peran besar,” ujar Wapres dikutip dari laman wapresri.go.id.

 

 

Dengan adanya harmonisasi ini, Wapres berharap, keduanya dapat berjalan beriringan dan memiliki visi yang sama, yaitu memajukan dan menyejahterakan seluruh masyarakat Papua.

“Supaya antara jalur kultural dan jalur struktural punya visi yang sama,” tegasnya.

Di sisi lain, Wapres juga menyampaikan tentang pertemuannya dengan jajaran Forkopimda di Papua.

Ia menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut, telah dilakukan diskusi mengenai berbagai isu yang ada dan berpotensi akan muncul pasca-otonomi Papua.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Batal Kunjungi Gereja GIDI El-Roi Sentani Papua, Malah Berlalu

“Kemudian juga bertemu dengan beberapa tokoh masyarakat di Provinsi Papua, dengan Wakil Gubernur, Ketua DPRD, para Bupati, dengan Pangdam untuk membicarakan berbagai masalah yang dihadapi dari dampak adanya otonomi Papua yang baru yaitu 2021 dan pembagian daerah yang tadinya 1 provinsi jadi 4 provinsi,” katanya.

“Tentu ada beberapa konsekuensi-konsekuensi baik soal anggaran, pelayanan kesehatan kemudian masalah pendidikan bahkan juga masalah kemungkinan nanti ketika akan Pemilu yang akan datang berapa pembagian dari anggota DPRD masing-masing provinsi mungkin akan dihitung kembali,” tambahnya.

Terakhir, Wapres menyampaikan apresiasi atas laporan yang diberikan masing-masing pimpinan daerah tentang program dan kebijakan yang telah dilakukan di daerahnya masing-masing.

“Kemudian juga laporan dari pemerintah daerah tentang apa yang sudah dilakukannya,” pungkas Wapres.

Hadir mendampingi Wapres dalam keterangan pers ini, Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo, Sekretaris Daerah Provinsi Papua Muhammad Ridwan Rumasukun, Ketua Umum PGGP Provinsi Papua Pdt Hiskia Rollo, dan Dirjen Perimbangan Keuangan Luky Afirman. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved