Info Jayapura

Pesan Kemenkes saat Cek Fasilitas di Posyandu Sentani: Tahun Depan Tak Pakai Timbangan Jadul

Penimbangan anak dari Dana Alokas Khusus (DAK) ini akan diganti dengan timbangan digital yang keakuratan 5-10 gr

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
TIMBANG BAYI - Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes, dr Nida Rohmawati dan Kader Postandu Maleo 1 saat melakukan penimbangan masih menggunakan timbangan jadul. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kementrian Kesehatan (Kemenkes) melalui Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak melakukan kunjungan di Posyandu Maleo 1, Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur untuk melihat fasilitas dan layanan kesehatan.

Baca juga: Sosok Bupati Jayapura di Mata Masyarakat Adat, Alfius Joku: Beliau Pejuang yang Tulus 

Direktorat Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kemenkes, dr Nida Rohmawati ketika menemui bayi, balita, dan kader Posyandu dalam rangka pencangan kasus gizi buruk di Papua.

dr Nida pun memeriksa alat kesehatan yang dipakai para kader untuk memeriksa, menimbang, dan mengukur tinggi badan anak, dan tertuju pada alat penimbang lama yang masih dipakai kader.

"Penimbangan anak dari Dana Alokas Khusus (DAK) ini akan diganti dengan timbangan digital yang keakuratan 5-10 gr deteksi kenaikan dan timbangan injak digital diutamakan yang terhubung dengan Bluetooth," ujarnya kepada Tribun-Papua.com, Rabu (30/11/2022).

Dia menjelaskan, di 2023 nanti, sekitar 300 ribu Posyandu akan mendapatkan timbangan digital dan alat pengukur tinggi yang baru untuk digunakan. Jadi tidak lagi menggunakan yang lama.

Pada kunjungan itu, dr Ninda pun menjelaskan pentingnya kecukupan pada balita dan anak yang harus jadu perhatian utama orangtua.

Baca juga: Pemkab Jayapura dan USAID Gelar Workshop Pengetahuan Indeks Sanitasi

"Setiap bulan harus di kontrol kalau ada yang tidak naik tingginya, maka ini harus dikejar, melalui Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) untuk menyiapakan makanan untuk anak-anak,"jelasnya.

Sambil memeriksa tangan dan mata seorang anak, dr Nita menyampaikan jika anak kurang gizi bisa menyebabkan penyakit jantung, dan penyakit lainnya. Termasuk Stunting, sehingga menjaga anak-anak mulai dari dalam kandungan, pemberian ASI selama enam bulan, hingga MPASI yang tepat. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved