Sosok

Sosok Bupati Jayapura di Mata Masyarakat Adat, Alfius Joku: Beliau Pejuang yang Tulus 

Bupati Mathius sangat gigih memperjuangkan jati diri Masyarakat Adat Papua, dan tidak berhenti sampai di situ

Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
PEJUANG - masyarakat Adat di Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua menilai Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw sebagai pejuang masyarakat adat yang tulus dan gigih memperjuangkan hak-hak masyarakat. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Program Kampung Adat yang digagas Bupati Jayapura, Mathias Awoitauw pertengahan Agustus 2022 lalu bukan sekadar tanda di atas ketas. 14 kampung adat di Kabupaten Jayapura secara resmi terdaftar dalam administrasi negara oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Baca juga: Menjelang Masa Jabatan Berakhir, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw Titip Pesan kepada Masyarakat Adat

Seluruh kampung adat itu diberikan kode oleh negara sebagai bukti kehadiran kampung adat di Indonesia.

Terdaftarnya 14 kampung adat tersebut merupakan bagian dari pengakuan negara terhadap keberadaan Masyarakat Adat dan kehidupannya yang selama ini telah mempertahankan kebudayaan di Kabupaten Jayapura.

Ondofolo Kampung Ifar Besar, Alfius Joku mengatakan, Mathius Awoitauw dapat disebut sebagai salah satu Pejuang Masyarakat Adat.

"Sosok bupati tegas, hal-hal yang telah diprogramkan dan dicangakan walaupun mendapat pro kontra dari masyarakat tetap mempertahankan dan melanjutkan pekerjaanya," ujarnya kepada Tribun-Papua.com, Rabu (30/11/2022).

Lebih lanjut, Bupati Mathius sangat gigih memperjuangkan jati diri Masyarakat Adat Papua, dan tidak berhenti sampai di situ.

Baca juga: Mathius Awoitauw Ungkap Sosok Penjabat Bupati Jayapura

Pria dengan pengalaman sekitar 27 tahun bergerak dalam organisasi masyarakat sipil dalam berbagai peraturan dan kebijakan terkait dengan Masyarakat Adat juga berhasil dihasilkan di masa kepemimpinannya.

Termasuk Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jayapura Nomor 8 Tahun 2016 tentang Kampung Adat.

Perda Nomor 8 tahun 2021 tentang Pengakuan, Perlindungan, dan Pemberdayaan Masyarakat Adat; dan Peraturan Bupati tentang Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Baca juga: Pesan Mathius Awoitauw di HUT ke-51 Korpri: ASN Pemkab Jayapura Tingkatkan Kinerja!

Juga menjadi Ketua Umum Panitia Kongres Masyarakat Adat Nusantara Keenam (KMAN VI) yang dihadiri ribuan Masyarakat Adat yang datang dari seluruh Nusantara dan mancanegara.

Alfius juga menyatakan dukungannya pada Bupati Mathius jika ingin maju pada pemilihan umum (Pemilu) 2024 gubernur nantinya.

"Jika Bapak ingin maju kami dukung dan suku disini maunya dari Tanah Tabi karena tidak terlepas dari yang telah dikerjakan dan nantinya pasti akan terus di perjuangkan,"jelasnya.

Baca juga: Tiba di Jayapura, Wapres Maruf Amin Disambut Bupati Mathius Awoitauw

Sementara itu, Bupati Jayapura ketika menanggapi aspirasi tokoh-tokoh adat untuk mendukungnya pada pemilu nanti, menurutnya karena mereka ingin hak-hak Masyarakat Adat diperhatikan secara terus menerus.

"Mereka membutuhkan pemimpin yang memperhatikan hak-hak mereka. Suara masyarakat kecil yang di usung ke provinsi,"ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved