Nasional

Kebijakan Penjabat Gubernur DKI Jakarta Dikecam soal Kenaikan UMP 2023

Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dikecam soal kebijakannya perihal upah minimum provinsi di Jakarta.

Tribunnews.com/Taufik
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono dikecam soal kebijakannya perihal upah minimum provinsi di Jakarta. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Kebijakan Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, perihal kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta pada 2023 mendapat kecaman.

Pasalnya, kebijakan tersebut dinilai hanya mementingkan masyarakat kelas menengah ke atas.

Kecaman ini sendiri datang dari Presiden Partai buruh, sekaligus Presiden KSPI, Said Iqbal.

"PJ Gubernur DKI Jakarta, tidak berhasil meningkatkan kesejahteraan kaum buruh dan masyarakat kecil. Hanya berpihak pada masyarakat kelas menengah atas dan pro pengusaha," ujar Said Iqbal dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (30/11/2022).

Baca juga: Mathius Awoitauw Sebut Kenaikan UMK Tidak Boleh Lebih dari 10 Persen, Berikut Penjelasannya

Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum provinsi (UMP) sebesar 5,6 persen itu dinilai lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang mencapai 6,5 persen.

"Kenaikan 5,6 persen yang dinaikkan UMP DKI itu dibawah nilai inflasi pada Tahun 2022, akibat kenaikan harga BBM. DKI itu ibu kota negara, bagaimana mungkin naik upahnya 5,6 persen lebih rendah dari inflasi nasional 6,5 persen," tuturnya.

Said memaparkan, kenaikan UMP tahun 2023 di Provinsi DKI Jakarta sebesar 5,6 persen disebut hanya menambah beban hidup masyarakat Jakarta.

"Kenaikan 5,6 persen kalau dihitung dari 4,7 juta rupiah UMP DKI Tahun 2022 itu berkisar sekitar Rp 200 ribu, lebih sedikit kenaikan itu akan membuat buruh semakin miskin," ucapnya.

"Karena buruh DKI Sudah 2 tahun berturut-turut naik upahnya 0 dan baru Tahun 2022 naik upahnya sekitar 5,1 persen," sambungnya.

Sebelumnya diberitakan, angka kenaikan UMP DKI Jakarta 2023 sebesar Rp 259.944 dari tahun 2022. Sebelumnya, UMP DKI Jakarta tahun 2022 sebesar Rp 4.641.854 dan tahun 2023 mengalami kenaikan 5,6 persen.

UMP DKI Jakarta 2023 ditetapkan sebesar Rp 4.901.798. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi (Disnakertransgi) DKI Jakarta, Andri Yansyah

"(UMP DKI 2023) sebesar Rp 4.901.798. Angka ini naik sebesar Rp 259.944 dari UMP tahun 2022 lalu yaitu Rp 4.641.854," kata Andri, dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Masih Diproses, UMK Kota Jayapura Dipastikan Mengacu UMP Provinsi Papua

Sementara itu, besaran UMP DKI Jakarta 2023 telah melewati tahap finalisasi. "Sudah (finalisasi) dong. Sudah ada Surat Keputusan Gubernurnya," ujar Andri saat dikonfirmasi, Senin (28/11/2022) malam.

UMP DKI Jakarta 2023 telah ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 1153 Tahun 2022.

 

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved