Papua Terkini

Gaet PMI Solo dan Politeknik Akbara Surakarta, PMI Papua Kenalkan Gerakan Kepalangmerahan di USTJ

Talk Show PMI Papua tak lain bertujuan untuk memperkenalkan gerakan Kepalangmerahan kepada mahasiswa USTJ.

Tribun-Papua.com/ Gratianus Silas
Direktur Politeknik Akbara Surakarta, Titis Wahyuono, (tengah) dan Tri Wuryanto dari PMI Kota Solo (kanan) hadir sebagai narasumber dalam Talk Show bertema ‘Temukan Jiwa Relawanmu’ di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Sabtu (3/12/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Palang Merah Indonesia (PMI) Papua menggelar Talk Show di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Sabtu (3/12/2022).

Sekiranya 100 lebih mahasiswa ikut berpartisipasi dalam kegiatan talk show tersebut.

Talk show bertema ‘Temukan Jiwa Relawanmu’ itu digelar dengan melibatkan PMI Kota Solo dan Politeknik Akbara Surakarta.

Baca juga: Ini Harapan Penjabat Wali Kota Jayapura saat Hadiri Pelantikan Dewan Kehormatan PMI

Direktur Politeknik Akbara Surakarta, Titis Wahyuono, hadir sebagai narasumber dalam talk show tersebut.

Ia mengatakan, tujuannya tak lain untuk memperkenalkan gerakan Kepalangmerahan kepada mahasiswa USTJ.

“PMI adalah organisasi kemanusiaan, di mana semua orang tahu dan terlibat dalam kegiatan Kepalangmerahan.”

“Korps Sukarela (KSR) sebagai kesatuan unit PMI, menjadi wadah yang tepat bagi mahasiswa melakukan kegiatan kemanusiaan di PMI,” terang Titis Wahyuono.

pmi papua 2 3122022
Suasana Talk Show PMI Papua di Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ), Sabtu (3/12/2022). Sekiranya 100 lebih mahasiswa ikut berpartisipasi dalam talk show tersebut.

Titis mengaku terkesan dengan antusiasme mahasiswa USTJ terlibat dalam talk show yang digelar.

Menurutnya, mahasiswa merupakan calon pemimpin di masa depan.

“Demikian, PMI maupun KSR adalah wadah yang tepat menyiapkan diri sebagai pemimpin di masa mendatang,” ujarnya.

Selain itu, Tri Wuryanto dari PMI Kota Solo yang juga hadir sebagai narasumber, menyebutkan prinsip dasar PMI dalam membantu sesama.

“Pertama, kita menumbuhkan minat dari mahasiswa untuk peduli terhadap sesama.”

“Kemudian, kalau minat dan kepedulian sudah ada, tinggal meningkatkan kemampuan yang ada untuk bantu siapapun yang membutuhkan,” beber Tri Wuryanto.

Tri mengatakan, yang membutuhkan bantuan ialah mereka yang menderita.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved