Tribun Militer

Perwira Paspampres Terancam Dipecat, Diduga Nodai Prajurit Wanita TNI di Bali: Ini Sosoknya

Perlakuan tak terpuji oleh oknum periwar TNI itu lalu membuat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa murka. Mayor Inf BF diduga terancam dipecat.

Istimewa
Panglima TNI, Jenderal Andika Perkasa. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Oknum perwira Paspamres inisial Mayor Inf BF diduga merudapaksa prajurit wanita Kostrad, Letda Caj (K) GER.

Peristiwa ini terjadi pada 15-16 November 2022 di satu hotel di Jimbaran Bali.

Menurut informasi, Mayor Inf BF menjabat sebagai Wadanden 2 Grup C.

Perlakuan tak terpuji oleh oknum periwar TNI itu lalu membuat Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa murka.

Baca juga: Perwira Paspampres Diduga Rudapaksa Kowad TNI AD, Jenderal Andika Perkasa: Tiada Kompromi, Pecat!

Jenderal Andika bereaksi keras mengenai kasus dugaan rudapaksa oleh oknum anggota Paspampres itu.

Panglima menegaskan, tak ada kompromi soal kasus dugaan rudapaksa oleh oknum anggota Paspamres itu.

Kasus itu langsung diproses secara hukum.

Kalau BF terbukti bersalah, kata Andika Perkasa, maka tidak ada alasan untuk tidak memecat pelaku.

"O iya (akan dipecat)," kata Andika Perkasa setelah, bersama KSAL Laksamana TNI Yudo Margono, melepas Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-UNIFIL TA 2022 di Dermaga Kolinlamil Tanjung Priok Jakarta Utara, Kamis (1/12/2022).

Menurutnya, tindakan oknum anggota Paspamres dijerat pasal pidana dalam KUHP.

"(Kasus itu) dilakukan sesama keluarga besar TNI. Bagi saya keluarga besar TNI, Polri, sama saja. Maka hukuman tambahannya adalah pecat, itu harus," kata Andika Perkasa.

"Tidak ada kompromi," katanya.

Menurut Andika Perkasa, oknum anggota Paspamres telah berstatus tersangka dan ditahan.

Proses penyidikannya berlangsung di Makassar karena korban GER adalah anggota Divisi Infanteri III Kostrad.

Baca juga: Mayor Paspampres Diduga Rudapkasa Letnan Kowad di Bali, Jenderal Andika Prekasa Murka: Segera Pecat

Selanjutnya, kasus rudapaksa tersebut akan diambil alih oleh Mabes TNI.

"Akan diambil alih oleh Puspom TNI karena pelaku kan Paspampres. Itu di bawah Mabes TNI," kata Andika Perkasa.

Informasi tentang kasus dugaan rudapaksa tersebut sempat beredar di grup WhatsApp.

Berdasarkan informasi beredar, oknum anggota Paspampres tersebut telah memiliki dua anak, sedangkan korban GER masih lajang. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved