Provinsi Papua Pegunungan

96 Tenaga Medis di Provinsi Papua Pegunungan Ikuti Simposium Gawat Darurat Medis

Peserta berasal dari 8 kabupaten, yaitu Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Mamberamo Tengah, Yalimo, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Istimewa
MINI WORKSHOP - Sebanyak 96 Tenaga medis dari 8 kabupaten di Provinsi Papua Pegunungan mengikuti simposium dan mini workshop penanganan kegawatdaruratan medis di Wamena, Papua Pegunungan selama 2 hari, Minggu (4/12/2022).  

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA - Sebanyak 96 Tenaga medis di Provinsi Papua Pegunungan mengikuti simposium dan mini workshop penanganan kegawatdaruratan medis di Wamena

Dari 96 peserta yang hadir, terdiri dari 62 dokter umum, 5 dokter gizi, 26 perawat, 2 bidan dan 1 analis.

Kegiatan simposium dan mini workshop tersebut dilaksanakan selama 2 hari mulai Jumat, 2 Desember hingga Sabtu, 3 Desember 2022. 

Baca juga: Ketua LMA Papua: 100 Persen Masyarakat Papua Pegunungan Terima Nikolaus Kondomo

"Mini workshop dan simposium, para dokter atau tenaga medis dari 8 kabupaten di Papua Pegunungan mendapatkan pengetahuan baru," kata Ketua IDI Cabang Wamena, dr Lorina kepada Tribun-Papua.com, Minggu (4/12/2022). 

Tujuan kegiatan tersebut sebagai pemenuhan akses informasi, meningkatkan keterampilan dan pengetahuan para tenaga medis. 

"Para peserta simposium dan mini workshop berasal dari 8 kabupaten, yaitu Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Mamberamo Tengah, Yalimo, Pegunungan Bintang, dan Yahukimo," sebutnya. 

Lorina mengatakan simposium dan mini workshop kegawatdaruratan medis ini menjadi penting, dikarenakan melihat banyak kasus gawat darurat. 

"Untuk itu kami melakukan terpusat di Wamena, Provinsi Papua Pegunungan supaya semua dapat berkumpul dan belajar bagaimana penanganan kegawatdaruratan medis," jelasnya. 

Baca juga: 50 Nakes Mengungsi ke Wamena, Kadinkes Mamteng: Situasi Kobakma Kondusif, Baru Kami Kembali

Lebih lanjut, ia menjelaskan, misalnya para tenaga medis menjumpai kasus korban kecelakaan di jalan misalnya, tindak lanjut apa yang harus segera dilakukan. 

"Sehingga memang simposium dan mini workshop ini penting untuk dilakukan mengingat kalau pelatihan di Jayapura lebih mahal lagi di ongkos transportasi tentunya," paparnya. 

Dalam kesempatan itu, dr Lorina berharap rekan-rekan sesama dokter mampu melakukan penatalaksanaan kegawatdaruratan di tempat kerja masing-masing. 

Baca juga: Mamberamo Tengah Papua Tak Kondusif, Aktivitas Lumpuh: 58 Nakes Mengungsi ke Wamena

"Baik itu yang bertugas di puskesmas, klinik, hingga rumah sakit, sehingga mereka punya keterampilan dan profesionalitas meningkat," katanya. 

Ia juga menyebutkan dalam simposium dan mini workshop penanganan kegawatdaruratan medis itu, menghadirkan 13 narasumber dari Rumah Sakit Wamena, kecuali dokter spesialis saraf yang berhalangan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved