RKUHP Disahkan Jadi UU, Berisik Tengah Malam hingga Mabuk dan Bikin Rusuh Bisa Didenda Rp 10 Juta

Pada RKUHP yang disahkan Selasa (6/12/2022), berisik tengah malam hingga mabuk di tempat umum mengganggu ketertiban bisa didenda Rp 10 juta.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Anggota Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) melakukan Aksi Kamisan ke-755 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/12/2022) - Pada RKUHP yang disahkan Selasa (6/12/2022), berisik tengah malam hingga mabuk di tempat umum mengganggu ketertiban bisa didenda Rp 10 juta. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) disahkan DPR menjadi UU pada rapat paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (6/12/2022).

Dalam RKUHP tersebut, diatur bahwa seseorang yang berisik tengah malam bisa dipidana karena dikategorikan sebagai gangguan terhadap ketentraman lingkungan dan rapat umum.

Pasal 265 berbunyi, dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II (maksimal Rp 10.000.000), setiap orang yang mengganggu ketentraman lingkungan dengan:

a. membuat hingar bingar atau berisik tetangga pada malam, atau,

b. membuat seruan atau tanda-tanda bahaya palsu.

Baca juga: Nilai DPR Buru-buru Sahkan RKUHP demi Cegah Penolakan, Pengamat: Agar Tak Ada Demo seperti 2019

Anggota Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) melakukan Aksi Kamisan ke-755 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/12/2022). Dalam aksinya mereka meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan pasal bermasalah pada draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang telah mendapat persetujuan tingkat pertama oleh Komisi III DPR dan pemerintah.
Anggota Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) melakukan Aksi Kamisan ke-755 di seberang Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (1/12/2022). Dalam aksinya mereka meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan pasal bermasalah pada draf Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP) yang telah mendapat persetujuan tingkat pertama oleh Komisi III DPR dan pemerintah. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Pengertian malam hari menurut RKUHP dijelaskan pada Pasal 186, yaitu waktu di antara matahari terbenam dan matahari terbit.

Dalam RKUHP tersebut yang dijelaskan hanyalah frasa “tanda-tanda bahaya palsu”.

“Yang dimaksud ‘tanda-tanda bahaya palsu’ misalnya, orang berteriak ada kebakaran padahal tidak terjadi kebakaran atau memukul kentongan tanda ada pembunuhan atau pencurian padahal tidak terjadi pembunuhan atau pencurian,” bunyi penjelasan tersebut.

Dalam RKUHP tersebut juga disebutkan bahwa seseorang yang mabuk di tempat umum, mengganggu ketertiban, dan mengancam keselamatan orang lain diancam dengan pidana denda paling banyak kategori II (maksimal Rp 10.000.000).

Baca juga: Komunitas Jurnalis Papua Kecam DPR RI: 19 Pasal RKUHP Bermasalah!

Adapun pasal yang mengaturnya adalah Pasal 316 ayat (1):

Setiap Orang yang mabuk di tempat umum mengganggu ketertiban atau mengancam keselamatan orang lain, dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II.

Ancaman pidana semakin berat tatkala orang mabuk tersebut bekerja.

Pasal 316 ayat (2):

Setiap Orang yang dalam keadaan mabuk melakukan pekerjaan yang harus dijalankan dengan sangat hati-hati atau dapat mengakibatkan bahaya bagi nyawa atau kesehatan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III (Rp50.000.000).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved