KKB Papua

Akui Masalah KKB Papua Tak Bisa Diselesaikan Sembarangan, Mahfud MD: Bukannya Kita Takut

Mahfud MD menyebutkan, penyelesaian konflik di Papua, utamanya soal aksi KKB, tidak bisa dilakukan dengan cara emosional dan sembarangan.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (19/11/2019) - Mahfud MD menyebutkan, penyelesaian konflik di Papua, utamanya soal aksi KKB, tidak bisa dilakukan dengan cara emosional dan sembarangan. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyinggung soal penanganan konflik di Papua dalam konferensi pers Catatan Akhir Tahun 2022.

Mahfud MD menyebutkan, penyelesaian konflik di Papua, utamanya soal aksi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), tidak bisa dilakukan dengan cara emosional dan sembarangan.

"Mari kita ini jangan terlalu emosional, jangan terlalu emosi. 'Pak kok tidak dibabat aja, kan gampang aja' bukan begitu caranya mengelola negara. Dibabat salah, tidak dibabat banyak masalah seperti ini," terang Mahfud, seperti dikutip dari tayangan Kompas TV, Kamis (15/12/2022).

Baca juga: Ungkap Penyebab Eskalasi Serangan KKB di Bulan Desember, Polri Minta Aparat di Papua Waspada

BAKAR MOBIL – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulang di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (13/12/2022) sore. Kali ini menembak warga dan membakar mobil polisi.
BAKAR MOBIL – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali berulang di Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, Selasa (13/12/2022) sore. Kali ini menembak warga dan membakar mobil polisi. (Istimewa)

Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik KKB Papua tidak bisa ditempuh dengan melakukan hal yang sama kepada kelompok tersebut.

Hal ini dilakukan pemerintah bukan karena takut.

Melainkan pemerintah menjunjung tinggi bahwa setiap nyawa manusia sangat berharga.

"Tapi mari kita pelan-pelan, kita menyelamatkan satu nyawa manusia itu sangat penting dilakukan," tuturnya.

"Kita ngerem karena ada saran dialog, jeda dulu jangan bertindak. Bukan soal kita takut atau apa, mana takut. Tapi menyelesaikan dengan mengingat setiap nyawa manusia itu berharga," tutup Mahfud.

Baca juga: Pegawai Bank Papua Tewas Ditembak, Gembong KKB Kanelak Murib Diduga Otak Pembunuhan Darius Yumame

Diberitakan sebelumnya, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) diduga menjadi dalang dalam sejumlah penyerangan yang terjadi di Papua Tengah dan Papua Pegunungan dalam dua minggu terakhir.

Satu anggota Brimob Polda Lampung yang tergabung dalam Satgas Ops Damai Cartenz, Bripda Gilang Aji Prasetyo tewas dalam baku tembak dengan KKB di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Rabu (30/11/2022).

Pada Senin (5/12/2022), KKB menyerang 6 orang tukang ojek di sebuah pangkalan di Kampung Mangabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan.

Tiga orang meninggal dalam penyerangan tersebut yakni La Usu, La Aman, dan La Ati.

Menurut Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, aksi serangan dan pembunuhan sadis ini diduga dilakukan oleh KKB pimpinan Nason Mimin.

Baca juga: KKB Baku Tembak dengan Polisi Selama 1 Jam di Kepulauan Yapen, 1 Operator Sensor Tewas

Pada Selasa (13/12/2022), seorang karyawan Bank Papua Cabang Sinak, Darius Yumame tewas ditembak KKB di Pasar Tradisional Sinak, Kampung Gigobak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Selasa (13/12/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved