Info Mimika

Bappeda Mimika Gelar Seminar Akhir Pemanfaatan Tailing PT Freeport Indonesia

Bappeda Mimika menggelar seminar akhir kegiatan penyusunan master plan pemanfaatan tailing dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika menggelar seminar akhir kegiatan penyusunan master plan pemanfaatan tailing dari PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA –Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Mimika menggelar seminar akhir kegiatan penyusunan master plan pemanfaatan tailing dari PT Freeport Indonesia (PTFI).

Plt Bupati Mimika, Johannes Rettob mengatakan, ada beberapa rekomendasi sesuai dengan sektor yang sudah menjadi perbincangan sebelumnya terkait dengan penentuan beberapa lokasi untuk area penimbunan material tailing Kabupaten Mimika.

"Saya berharap, pemanfaatan tailing nantinya segala pengurusan harus satu pintu melalui pemerintah daerah," kata Plt Bupati Mimika, Johannes kepada Tribun-Papua.com, Kamis (15/12/2022) di Jalan Hasanudin Timika.

Baca juga: Jelang Perayaan Natal di Papua, Prajurit Denkav 3/SC Timika Salurkan Sembako di Kampung Jayanti

Sementara Kepala Bidang Infrastruktur Bappeda Mimika, Senray Aris Morin mengatakan, beberapa rekomendasi sudah disepakati sesuai sektor menjadi perbincangan terkait penentuan beberapa lokasi untuk area stockpile material tailing untuk Kabupaten Mimika ketika diambil dari areal PTFI nantinya.

"Dari skema disepakati diambil dari lokasi LIP 32. Setelah itu ke areal stockpile yang ditetapkan oleh Kabupaten Mimika. Area stockpile ada beberapa lokasi untuk kebutuhan tailing internal dan eksternal," kata Aris.

 

 

Dikatakan, kebutuhan internal nantinya dipakai untuk kebutuhan batako dan lain-lain. Sedangkan lokasi stockpile eksternal direncanakan untuk ekspor apabila di daerah lain membutuhkan tailing dari Mimika.

"Untuk internal berada di lokasi Kampung Ayuka, Tipuka, dan lokasi bekas venue Aeromodelling PON XX di SP2-SP5. Dan eksternal berada di kawasan Pelabuhan Poumako karena pengembangan pelabuhan sendiri membutuhkan sekitar 78 hektare dan masih tersisa 69 hektare, sehingga oleh Dinas Perhubungan mengatakan bisa kita buat pelabuhan khusus dan stockpile area," ujarnya.

Dikatakan, secara teknis ada pertimbangan kedalaman diarea sungai yang masih dangkal karena sebelumnya direncanakan di bangun pabrik semen ternyata gagal karena dangkal.

"Jadi nanti membutuhkan kajian lebih lanjut setelah master plan. Apakah ada pengerukan atau lainnya itu nanti teknis. Tapi paling tidak kita sudah memiliki master plan," katanya.

Baca juga: Jenazah Darius Yumame, Karyawan Bank Papua Korban Penembakan KKB di Puncak Dievakuasi ke Timika

Ia mengatakan, pemanfaatan tailing PTFI yang di peruntukan untuk kelembagaan nanti dalam master plan dikelola oleh Perusahan daerah.

"Jadi di master plan mengatur tata kelola kelembagaan, keterlibatan masyarakat dan lainnya. Tapi dari sisi aspek proses produksi kita harus menyiapkan stockpile area. "Kita harus siapkan pelabuhan khusus, jalan khusus menghubungkan stockpile area dengan pelabuhan," ungkapnya.

Jika sudah diatur jalannya, kata Aris, tahun depan pihaknya bakal menyusun naskah akademik dan semua aspek yang masuk di master plan akan ditegaskan lewat Raperda.

"Nanti Raperda akan ada pasal-pasal yang mengatur. Tapi batang tubuh dari naskah akademik diambil menjadi bagian yang terintegrasi dari Perda dan boleh ambil atau retribusi semuanya diatur," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved