Info Mimika

Polsek Mimika Baru Selama 11 Bulan Tangani 213 Kasus: Mayoritas soal Minuman Keras

Tindak pidana di wilayah hukum Polsek Mimika Baru didominasi peredaraan dan penyalahgunaan minuman keras

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
MIRAS - Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran saat memberikan keterangan terkait penanganan kasus yang terjadi di wilayah hokum Polsek Mimika Baru. Selama kurun waktu 11 bulan ada 213 kasus dan didominasi minuman keras (Miras). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Polsek Mimika Baru, Polres Mimika selama kurun waktu Januari hingga November 2022 menangani 213 kasus berdasarkan laporan polisi (LP). Mayoritas kasus tersebut adalah peredaran dan penyalahgunaan minuman keras (Miras).

Jumlah kasus tersebut diluar penanganan restorasi Justice atau penyelesaian secara kekeluargaan yang ditangani jajaran Polsek Mimika Baru.

Baca juga: Selama Bulan Ramadan, Kasus di Polsek Mimika Baru Didominasi Pemabuk

"Tindak pidana di wilayah hukum Polsek Mimika Baru didominasi peredaraan dan penyalahgunaan minuman keras," jelas Kanit Reskrim Polsek Mimika Baru, Ipda Yusran kepada Tribun-Papua.com, Kamis (15/12/2022) di Timika.

Lebih lanjut dia mengatakan, dari 213 kasus tersebut yang paling menonjol adalah kasus pencurian diikuti oleh kasus penganiayaan dan pengeroyokan.

Di antara kasus menonjol ada beberapa kriteria kasus menjadi perhatian khusus yakni tindak pidana pemalsuan KTP El dan penganiayaan di Jalan Leo Mamiri yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Jadi kasus-kasus tersebut, saat ini tinggal menunggu proses persidangan dan untuk para pelakunya sudah mendekam di Lapas Kelas 2 B Timika," ucapnya.

Masih menurut Yusran, dari jumlah kasus berhasil selesai hingga proses dinyatakan lengkap alias P21 sebanyak 14 kasus dan sebagian telah dilakukan penyelesaian di luar peradilan (RJ). Sisanya masih dalam proses lidik maupun sidik.

Selain hal itu Polsek Mimika Baru melalui SPK maupun fungsi lainnya mengedepankan penanganan restorasi justice terhadap pengaduan ataupun laporan yang masuk.

Baca juga: Valentine Day,Personel Polsek Mimika Baru Bagi Kado Kepada Para Janda

Rata-rata pengaduan tersebut merupakan tindak pidana ringan dan untuk jumlahnya melebihi dari laporan polisi dan berhasil dihimpun.

"Kebanyakan permintaan dari kedua belah pihak untuk permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan,” paparnya.

Lah tersebut dilakukan sebagai bentuk aplikasi kebijakan pimpinan tertinggi Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) dalam proses penanganan pengaduan maupun laporan masyarakat, demi mewujudkan pelayanan prima ssebagai bentuk edukasi  pembelajaran hukum bagi masyarakat. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved