Pemilu 2024

Pengamat Sebut Wacana Anies-Andika Sulit Terwujud meski Berpeluang Jadi Kuda Hitam di Pilpres 2024

Pengamat menilai wacana Anies Baswedan berpasangan dengan Andika Perkasa di Pilpres 2024 akan sulit terwujud.

Instagram/jenderaltniandikaperkasa
Anes Baswedan dan Jenderal Andika Perkasa - Pengamat menilai wacana Anies Baswedan berpasangan dengan Andika Perkasa di Pilpres 2024 akan sulit terwujud. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Wacana untuk memasangkan Anies Baswedan dengan Andika Perkasa di Pilpres 2024 dinilai akan sulit terwujud.

Penilaian itu disampaikan oleh Direktur Lembaga Kajian Politik Nusakom Pratama Ari Junaedi.

Menurut Ari, wacana pasangan Anies Baswedan dan Andika Perkasa di Pilpres 2024 tak akan didukung Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Wacana tersebut juga dinilai bisa mengancam kelanjutan rencana koalisi antara Partai Nasdem yang mengusung Anies dengan Demokrat dan PKS.

Baca juga: Buka Pintu jika Jenderal Andika Perkasa Ingin Gabung Partainya, Nasdem: Ada Tempat Spesial

Anes Baswedan dan Jenderal Andika Perkasa
Anes Baswedan dan Jenderal Andika Perkasa (Instagram/jenderaltniandikaperkasa)

"Jika tidak ada kesepahaman terutama di Demokrat, maka Koalisi Perubahan hanya akan tinggal sejarah karena faktor kecukupan suara untuk mengajukan pasangan capres cawapres gagal," kata Ari kepada Kompas.com, Sabtu (24/12/2022).

Koalisi Perubahan sebenarnya sudah lama digagas oleh Nasdem, Demokrat, dan PKS. Namun, kerja sama ketiganya tak kunjung resmi diduga karena belum bersepakat soal cawapres.

Memasangkan Anies dengan Andika sedianya bisa menjadi solusi kebuntuan rencana koalisi. Kecemburuan Demokrat dan PKS bisa ditekan karena figur calon RI-2 bukan berasal dari kader salah satu partai.

Akan tetapi, menurut Ari, restu Demokrat bakal jadi ganjalan terbesar wacana tersebut. Partai bintang mercy itu terlihat sangat ingin menyertakan ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di panggung pemilihan.

Tak heran, upaya Demokrat ini sekaligus untuk mendongkrak elektabilitas partai dan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

Baca juga: Sentil Anies Baswedan yang Temui dan Puji Gibran di Solo, PDIP: Pasti Ada Udang di Balik Batu

"Faktor terbesar ketidaksetujuan lebih terletak kepada Demokrat yg menjadi last battle SBY untuk mendongkrak AHY," ujarnya.

Sementara, PKS sedianya ingin agar mantan Gubernur Jawa Barat yang juga Wakil Ketua Majelis Syura PKS, Ahmad Heryawan alias Aher, jadi pendamping Anies.

Namun, Ari memprediksi, jika gagal, partai pimpinan Akhmad Syaikhu itu bakal legawa asalkan mendapat akomodasi politik berlebih dari Anies-Andika dan Nasdem.

Di sisi lain, Nasdem sudah mengunci kesepakatan koalisi bahwa nama cawapres diserahkan ke Anies untuk memilih.

Hanya saja, baik Demokrat maupun PKS berharap mendapat banyak keuntungan, sehingga mendorong kader masing-masing maju sebagai calon RI-2.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved