Tragedi Kanjuruhan

Mahfud MD: Tragedi Kanjuruhan Bukan Pelanggaran HAM Berat

Mahfud mengakui ada pelanggaran HAM biasa, namun dia belum dapat memastikan karena proses penyelidikannya masih berjalan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
LIGA KACAU - Mahfud MD nilai soal PSSI, PT LIB, Panitia Pelaksana, dan stasiun televisi penyelenggara siaran saling lepas tanggung jawab dalam Tragedi Kanjuruhan menjadi bukti bahwa penyelengaraan Liga Sepakbola Nasional agak kacau. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD menyatakan tidak ada unsur pelanggaran HAM berat dalam Tragedi Kanjuruhan yang merenmggut ratusan nyawa penonton.

Hanya, Mahfud mengakui ada pelanggaran HAM biasa, namun dia belum dapat memastikan karena proses penyelidikannya masih berjalan.

"Kasus kerusuhan Kanjuruhan bukan pelanggaran HAM berat, berdasarkan hasil penyelidikan Komnas HAM," katanya di Ponpes Miftahussunnah Surabaya, Selasa (27/12/2021).

Baca juga: Akhmad Hadian Lukita Dibebaskan, Publik Desak Pemerintah Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan Malang

"Mungkin pelanggaran HAM biasa, sekarang proses penyelidikannnya sedang berjalan," sambungnya.

Mahfud menyebut kasus tersebut sudah sampai tahap pelimpahan tahap II.

Pekan lalu, penyidik polisi melimpahkan 5 dari 6 tersangka beserta barang buktinya ke pihak Kejati Jatim.

Kelima tersangka yang dimaksud adalah Ketua Panpel Arema Arema FC Abdul Haris dan Security Officer Suko Sutrisno.

Selanjutnya tiga polisi yakni Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, Kabag Ops Polres Malang Wahyu Kompol Setyo Pranoto, dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Semua tersangka disangkakan dengan pasal yang sama, yakni Pasal 359 KHUP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat (1) Jo pasal 52  UU RI no 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Satu tersangka yakni Dirut PT LIB Hadian Lukita berkas perkaranya belum dinyatakan sempurna dan dikembalikan lagi kepada penyidik polisi.

Baca juga: Hadapi Thailand di Piala AFF 2022, Shin Tae-young Turunkan Kekuatan Penuh Timnas Indonesia

Namun Hadian bukan bebas karena kasusnya dihentikan atau SP3. Dia wajib lapor setiap Senin.

Penyidikan dalam kasus yang menjerat Hadian Lukita masih terus berjalan, dan penyidik akan terus berusaha memenuhi petunjuk jaksa dalam hal memenuhi unsur pasal pidana yang diterapkan. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mahfud MD Sebut Kasus Kerusuhan Kanjuruhan Bukan Pelanggaran HAM Berat",

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved