KKB Papua

OPM Klaim Duduki Ibu Kota Maybrat, Kapolda: Itu Bohong Besar, Kami Buru Mereka!

Para gerilyawan TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang dikomandoi Arnoldus Yancen Kocu telah menjadi buronan kasus pembantaian anggota TNI.

Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun
Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga diwawancarai terkait dana desa mengalir ke KKB Bintuni, Rabu (16/11/2022). 

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI – Organisasi Papua Merdeka (OPM) mengeklaim telah menguasai Distrik Kumerkek, ibu kota Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya.

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Kodap IV Sorong Raya disebut menduduki wilayah itu.

Informasi dihimpun TribunPapuaBarat.com, klaim itu mencuat melalui video berdurasi 3.24 menit, viral pada Minggu (25/12/2022).

Baca juga: Lebih Keras dari Jokowi, Wapres Minta Panglima TNI Yudo Margono Tindak Tegas KKB Papua

Komandan Operasi TPNPB Kodap IV Sorong Raya Arnoldus Yancen Kocu mengaku telah menguasai Kumerkek.

"Kami sudah masuk di Kumerkek Ibukota Kabupaten Maybrat, kami siap perang," ujar Arnoldus.

Arnoldus menyatakan diri siap menolak agenda kemanusiaan yang dilakukan oleh Komnas HAM di Maybrat.

"Ketika mereka turun maka kami siap tembak mati," tegasnya.

Merespon hal ini, Kapolda Papua Barat Irjen Daniel Tahi Monang Silitonga menyatakan pihaknya bakal memburu para gerilyawan OPM tersebut.

"Saya akan kejar dan tangkap mereka (TPNPB) karena semua itu adalah pelaku kejahatan," kata Silitonga, melansir TribunPapuaBarat.com, Senin (26/12/2022).

Silitonga menuturkan, para gerilyawan TPNPB Kodap IV Sorong Raya yang dikomandoi Arnoldus Yancen Kocu telah menjadi buronan kasus pembantaian anggota TNI.

Hingga kini, Silitonga mengaku wilayah Maybrat termasuk Kisor dan kampung lain tengah dalam kondisi aman.

Baca juga: Tentara Organisasi Papua Merdeka Klaim Duduki Maybrat, Irjen Daniel Silitonga: Buru Mereka!

"Semua wilayah di Maybrat termasuk Kisor dan kampung lainnya, sudah dalam kondisi aman," ujarnya.

Silitonga menduga, Arnold dan temannya hanya turun ke kota untuk mengambil gambar sejenak.

"Kemungkinan mereka hanya turun untuk ambil gambar itu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved