Kemenkumham Papua

1.225 Warga Binaan di Papua Terima Remisi, Kadivpas: Sisanya 58 Orang Segera Diproses

Ini akan diusulkan sebagai susulan, karena biasanya ada kekurangan berkas yang belum bisa direkam oleh aplikasi yang ada

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
REMISI - Kepala Divisi Pemasyaraktan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Papua, Endang Lintang Hardiman, saat diwawancarai Tribun-Papua.com, Minggu (1/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dari total 1.283 warga binaan, saat ini telah keluar dan telah disetujui sebanyak 1.225 orang serta 58 orang lainnya remisinya belum keluar.

Demikian dikatakan Kepala Divisi Pemasyaraktan (Kadivpas) Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kanwil Kemenkumham) Papua, Endang Lintang Hardiman, kepada Tribun-Papua.com di Abepura, Minggu (1/1/2023). 

Baca juga: Refleksi Akhir Tahun 2022: Realisasi Anggaran Kanwil Kemenkumham Papua Capai 95,01 Persen

"Dari 58 orang yang remisinya belum keluar ini, terbagi Lapas Nabire itu ada 31 orang, Lapas Kelas II B Wamena 2 orang, Lapas Perempuan 19 orang, Lapas Anak 4 orang," rinci Endang. 

Meskipun begitu, pihaknya berkomitmen agar prosesnya segera selesai ataupun tuntas. 

"Perihal ini akan diusulkan sebagai susulan, karena biasanya ada kekurangan berkas yang belum bisa direkam oleh aplikasi yang ada," bebernya. 

Ia menjelaskan, terkadang memang operator luput apabila data sudah terinput tetapi masih belum dikoreksi kembali. 

"Ternyata mungkin bisa saja belum terekam, nantinya bisa kita rekam kembali, dan tidak butuh waktu lama, akan pasti dikeluarkan," tegasnya. 

Ia memastikan pengajuannya tidak hilang, sejauh tidak melakukan pelanggaran. 

Baca juga: Kemenkumham Papua Dorong Harmonisasi 69 Pergub Tiga DOB

"Kemudian dari 58 orang ini kita akan segera selesaikan apabila kami aktif kembali, karena tanggal 4 Januari itu kami sudah aktif lagi," ujarnya. 

Dirinya menampik, hal ini bukan termasuk unsur kesengajaan tetapi memang sudah lengkap hanya saja belum terekam biasanya. 

"Secara umum, dapat kami informasikan yang bebas murni hanya 8 orang," sebutnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved