Info Jayapura

Pengamanan di Luar Kota Sentani Dinilai Longgar, Ini Penjelasan Kapolres Jayapura

AKBP Frederickus W A Maclarimboen mengatakan kurangngya personel dan anggaran akibatkan longgarnya pengamanan

Tribun-Papua.com/Calvin Erari
Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus W A Maclarimboen. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kapolres Jayapura, AKBP Frederickus W A Maclarimboen mengatakan kurangngya personel dan anggaran akibatkan longgarnya pengamanan di wilayah pembangunan II, III, dan IV.

Hal itu disampaikan AKBP Frederickus dalam Jumat Curhat bersama wartawan.

Pada kesempatan itu wartawan curhat, memberikan saran, sekaligus menanyakan berbagai kejadian yang terjadi di Kabupaten Jayapura.

Salah satunya mengenai keluhan sopir angkutan umum Trayek Setani-Genyem yang sempat beberapa waktu mengungkapkan keresehan mereka mengenai pemalakkan sepanjang jalan menuju Genyem, Distrik Nimboran yang masuk di Wilayah Pembangunan II.

Menurut Kapolres AKBP Frederickus tidak semua wilayah dapat dijangkau. Dari 19 distrik yang ada hanya berdiri 12 Polsek.

"Jadi ada satu polsek ada yang membawahi dua distrik dan tiga distrik. Ke arah Genyem personil yang ada di Kemtuk, Distrik Nimboran hanya 18 personil. Di Nimbokrang hanya 20 personil dan Genyem 19 personil,"ujarnya di Sentani, Distrik Sentani, Jumat (6/1/2023).

Lebih lanjut area yang begitu luas tidak dapat dijangkau secara maksimal dengan jumlah personil yang terbatas.

"Kami telah berkomunikasi dengan Distrik Waibu dengan harapan itu ada pembentukan pengusulan Pos Pol di wilayah Kanda dan Yakonde,"jelasnya.

Baca juga: Kapolres Jayapura Ungkap Ribuan Kasus Tindak Pidana Terjadi Tahun Ini, 27 Orang Meninggal

Merajuk pada hal itu, ada beberapa administrasi yang harus dipenuhui mulaidari permohonan tingkat distrik, dukungan pernyataan dari sekolah, fasilitas kesehatan, masyarakat dan yang terpenting mengenai hak ulayat.

"Kami bisa saja membuat pos polisi tetapi pos tersebut tidak akan didukung oleh anggaran kegiatan rutin. Tapi jika keluar Pol Subsektor harus ada dukungan anggaran itu,"jelasnya.

 

Di Distrik Waibu sudah ada pos polisi, lanjutnya, namun belum maksimal dan akan dievaluasi lebih lanjut. Meski demikian untuk menjangkau  hal itu akan dilihat kembali.

"Kami usahakan untuk meningkatkan penjagaan ini tetapi kerjasama juga dari masyarakat agar tidak ada ruang-ruang kejahatan,"ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved