Penyerangan Posramil Kisor

Masih Ingat Kasus Kisor Maybrat, JPU Tuntut Terdakwa Penjara Seumur Hidup

Diketahui, Melkyas Ky terlibat dalam peristiwa pembunuhan empat anggota TNI Pos Koramil Kisor, Maybrat, pada 2 September 2021.

Yohanis Mambrasar for Tribun-Papua.com
Pengadilan Negeri Sorong kembali melanjutkan sidang perkara Melkyas Ky dengan Nomor: PDM-75/R.2.11/ Eoh.2/05/2022 dengan agenda sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Selasa (10/1/2023) sore. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Pengadilan Negeri Sorong kembali melanjutkan sidang perkara Melkyas Ky, Nomor: PDM-75/R.2.11/ Eoh.2/05/2022 dengan agenda sidang pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (10/1/2023) Sore.

Diketahui, Melkyas Ky terlibat dalam peristiwa pembunuhan empat anggota TNI Pos Koramil Kisor, Maybrat, pada 2 September 2021.

Dalam surat tuntutannya JPU menyatakan bahwa dari ketarangan saksi-saksi yang diperiksa selama sidang, serta barang bukti, terdapat kesesuaian, ini membuktikan bahwa Terdakwa Melkyas Ky terlibat secara sah dan meyakinkan dalam peristiwa pembunuhan empat anggota TNI Pos Koramil Kisor,Maybrat, pada 2 September 2021.

Baca juga: Masih Ingat Pelaku Penyerangan Posramil Kisor, Ada Dugaan Intimidasi dari Polda Sulsel

JPU mengatakan, Melkyas Ky bersama-sama dengan Setam Same, dan para pelaku lainnya, pada tanggal 2 September 2021 sekitar pukul 03.00 WIT menyerang Pos Koramil Kisor.

Saat itu Melkys Ky memegang parang, ia kemudian masuk kedalam kamar nomor 2 lalu memotong seorang anggota TNI bernama Abrosius hingga tewas.

 

 

JPU mengatakan atas perbuatannya itu, Melkyas Ky telah melanggar Pasal 340 KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, serta sikap tidak koperatifnya dalam sidang dengan membantah keterangan saksi dan tidak mengakui perbuatannya, maka tidak ada alasan yang dapat meringankan hukumannya.

JPU, kepada majelis hakim memohon untuk dapat menghukum Melkyas Ky dengan hukuman penjara seumur hidup.

 

Tanggapan Kuasa Hukum

Kuasa Hukum, Advokat pada Kantor Hukum PAHAM Papua Yohanis Mambrasar menilai, tuntutan jaksa sangat tidak berdasar, dan sangat tidak adil.

"Tuntutan JPU ini sangat merugikan Melkyas Ky," kata Yohanis Mambrasar saat di konfirmasi Tribun-Papua.com, Rabu (11/1/2023).

Baca juga: FLASHBACK Penyerangan Posramil Kisor Maybrat, Penegakan Hukum hingga Kembalinya Pengungsi

Halaman
123
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved