KKB Papua

Situasi di Pegunungan Bintang Papua Berangsur Aman, Pangdam: Kami Lakukan Penguatan Pasukan

Sudah dilakulan penguatan pasukan di wilayah Pegunungan Bintang untuk memulihkan situasi dan kondisi, sekaligus memberikan rasa aman

Istimewa
EVAKUASI – Perempuan dan anak-anak yang merupakan warga Pegunungan Bintang dievakuasi sekaligus berusaha mengamankan diri menuju Jayapura menggunakan pesawat TNI seiring adanya serangan yang diduga kuat dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua, Brigjen Pol Ramdani Hidayat membeberkan situasi dan kondisi di Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) Papua saat ini aman dan terkendali.

Hal itu dikatakan Brigjen Ramdani Hidayat usai mengikuti rapat bersama jajaran Forkopimda Papua, Jumat (13/1/2023) petang di Kompleks Angkasa, Kota Jayapura.

Baca juga: KKB Papua Lancarkan Teror, Warga Pegunungan Bintang Mengungsi ke Jayapura

"Situasi saat ini di Pegunungan Bintang aman dan terkendali. Namun terus dilakukan tindakan tegas, terukur dalam kerangka hukum dengan pelibatan institusi TNI," katanya.

Sementara itu, Panglima Kodam (Pangdam) XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal Muhammad Saleh Musafa mengatakan, saat ini sudah dilakulan penguatan pasukan di wilayah Pegunungan Bintang untuk memulihkan situasi dan kondisi, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.

"Kami sudah lakukan penguatan pasukan di Oksibil Papua, Jadi amanlah," kata Saleh.

Terkait warga yang memilih turun atau meninggalkan Oksibil menuju Jayapura, lanjut Muhammad Saleh Mustafa, hal itu bertujuan untuk mengamankan diri yang bersifat sementara. Artinya, itu dilakukan oleh warga sendiri.

Baca juga: Warga Diteror, Brigjen JO Sembiring Kirim Prajurit TNI ke Pegunungan Bintang: Tumpas KKB Papua?

"Sekali lagi itu mereka mengamankan diri sementara, namun kami juga selektif. Karena pesawat terbatas, yang kami prioritaskan adalah ibu-ibu dan anak-anak," ujarnya.

Pamgdam menjelaskan, warga yang turun ke Jayapura itu bukan pengungsian. Namun mengamankan diri yang bersifat sementara.

Baca juga: Gangguan KKB di Pegunungan Bintang, Kapolda Papua: Kami Sudah Ambil Langkah Tegas dan Terukur

Lebih lanjut, dia mengatakan, berdasarkan hasil pantauan aparat TNI/Polri, Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) sudah mulai menjauh dari lokasi.

"Tadinya mereka dekat, sekarang sudah menjauh sudah mulai keluar. Karena aparat TNI/Polri kita perkuat," tegasnya.

Baca juga: Akibat Aksi KKB, Trigana Hentikan Penerbangan ke Pegunungan Bintang Papua Pegunungan

Disinggung soal, kekuatan pasukan yang diterjunkan, kata Pangdam Saleh, jumlah BKO untuk satuan TNI kurang lebih berkekuatan satu pleton.

"Kalau dari kami TNI satu pleton, kalau dari Polda rencana satu kompi," ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk BKO yang diberangkatkan adalah para personel dan satuan yang benar-benar terpilih.

Baca juga: Detik-detik KKB Bakar Sekolah hingga Berondong Pesawat di Pegunungan Bintang Papua: Senjata Meletup

"Tim yang diberangkatkan ke sana adalah tim yang terpilih, artinya bukan sekadar mengamankan wilayah tetapi ada upaya untuk menangkap pelaku yang membuat kerusuhan itu."

"Nanti kita akan lakukan penangkapam sesuai operasi penegakan hukum yang dijalankan oleh Polri," sambungnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved