Sosok

Perjuangan Helga Bowaire Kuliah di Amerika Serikat, Pilih Kerja untuk Tambah Uang Saku

Selama berkuliah di Amerika, Helga tak memungkiri ada banyak culture shock atau perbedaan kondisi yang membuatnya membutuhkan penyesuaian.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Helga Medelin Bowaire for Tribun-Papua.com
SOSOK - Cerita perempuan kelahiran Serui, Helga Medelin Bowaire yang harus bekerja part time untuk menambah uang saku dan memiliki pengalaman tambahan saat berkuliah di Universitas Rhode Island (URI) Amerika Serikat, Selasa (24/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Mimpi anak-anak muda Papua untuk mengenyam pendidikan tinggi di luar negeri, termasuk Amerika Serikat sudah menjadi hal lazim, salah satunya perempuan kelahiran Serui, bernama Helga Medelin Bowaire

Helga telah memiliki impian besar untuk meneruskan pendidikannya di luar negeri sejak masa SMA, dan lebih memantapkan niatnya tersebut saat duduk di bangku kuliah.

Perjuangannya mendapatkan beasiswa, untuk belajar di Universitas Rhode Island (URI) Amerika Serikat memang tak terlalu menemui jalan berliku seperti anak lainnya, tetapi tantangan dan perjuangan selama berkuliah di negeri Paman Sam sangatlah dirasakannya.

Baca juga: 528 Mahasiswa Papua Penerima Beasiswa Drop Out, 271 Dikeluarkan dari Kampus Luar Negeri

Dalam suatu kesempatan wawancara bersama Jurnalis Tribun-Papua.com, Helga mengisahkan perjuangannya berkuliah sembari bekerja separuh waktu atau part time di Amerika Serikat.

"Masa studi S2 saya di URI memang 2 semesternya dihabiskan di Indonesia, selebihnya 1 tahunan di Amerika Serikat," sebutnya.

 

 

Selama berkuliah di Amerika, Helga tak memungkiri ada banyak culture shock atau perbedaan kondisi yang membuatnya membutuhkan penyesuaian.

"Perbedaan mulai dari sistem akademik pembelajaran, kemudian disiplin waktu, segala macam harus terstruktur dengan baik dan tantangan bahasa, karena kitong (kita) bukan penutur asli Bahasa Inggris," jelasnya.

Wanita lulusan SMA Negeri 1 Serui itu menyebutkan kondisi lingkungan, budaya, hingga sosial masyarakat yang berbeda dengan Indonesia tentu mengharuskannya beradaptasi.

"Tantangan lainnya selama berkuliah pastinya kondisi keuangan, kita tahu kondisi pemerintah punya keadaan yang memang biasanya ada kendala dan proses pencairan uang itu membutuhkan waktu," katanya.

Baca juga: Pesan Serius Gubernur Lukas Enembe Untuk Mahasiswa Papua di Luar Negeri

Itulah yang menjadi salah satu faktor membuat Helga berfikir untuk mengatur kehidupannnya agar dapat bertahan selama berkuliah di Amerika Serikat.

"Untuk itu saya memutuskan mencari pekerjaan tambahan, dan memang khususnya mahasiswa internasional di Amerika Serikat diperbolehkan bekerja tetapi dengan durasi waktu terbatas atau part time," tandasnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Papua
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved