Lieus Sungkharisma Meninggal Dunia, Ini Sosok sang Aktivis Semasa Hidup

Aktivis berdarah Tionghoa Lieus Sungkharisma meninggal dunia karena sakit jantung pada Selasa (24/1/2023).

Warta Kota/Rangga Baskoro
Lieus Sungkharisma saat menjenguk Ahmad Dhani di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019) - Aktivis berdarah Tionghoa Lieus Sungkharisma meninggal dunia karena sakit jantung pada Selasa (24/1/2023). 

TRIBUN-PAPUA.COM - Aktivis berdarah Tionghoa Lieus Sungkharisma meninggal dunia pada Selasa (24/1/2023).

Lieus Sungkharisma tutup usia di usia 64 tahun karena sakit jantung.

Informarsi mengenai meninggalnya Lieus Sungkharisma disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon di akun Twitternya @fadlizon.

"Selamat jalan Bro Lieus Sungkharisma, aktivis yg berani bicara n bersikap. Sungguh sedih n merasa kehilangan. Sy mengenalnya sejak 1992, ketika alm menjadi Ketum Gemabudhi. RIP Bro Lieus," cuit Fadli Zon, Selasa.

Baca juga: Istri Wiji Thukul Meninggal di Solo, Kaki Sipon Sempat Diamputasi karena Diabetes

Lieus Sungkharisma saat menjenguk Ahmad Dhani di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019).
Lieus Sungkharisma saat menjenguk Ahmad Dhani di Lapas Klas I Cipinang, Jakarta Timur, Senin (4/11/2019). (Warta Kota/Rangga Baskoro)

Profil Lieus Sungkharisma

Lieus Sungkharisma ini memiliki nama lain Li Xue Xiung.

Sosok Lieus Sungkharisma diketahui merupakan seorang aktivis yang terkenal di Indonesia.

Mengutip dari buku Tokoh-tokoh etnis Tionghoa di Indonesia oleh Sam Setyautama, Lieus Sungkharisma lahir pada 11 Oktober 1959.

Ia diketahui aktif dalam berbagai organisasi kemasyarakatan.

Lieus Sungkharisma pernah menjadi bendahara Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI).

Ia juga merupakan kader partai Golkar dan aktif di Angkatan Mula Pembaharuan Indonesia (AMPI).

Baca juga: KABAR DUKA: Ketua Dewan Adat Suku Elseng Meninggal, Piter Dantru Sosok Pengayom dan Bijak

Lieus Sungkharisma adalah mantan ketua Generasi Muda Buddhist Indonesia (Gema-budhi).

Lieus juga pernah menjabat sebagai ketua Partai Reformasi Tionghoa Indonesia (Parti).

Ia mendirikan partai tersebut dengan tujuan agar masyarakat Tionghoa bisa sederajat dengan warga lainnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved