KKB Papua

Sidang Kasus Penjualan Amunisi ke KKB di Timika Papua Tengah Dijaga Ketat Aparat

Tiga terdakwa penyuplai senjata api ke KKB dibekuk oleh Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2022 pada Jumat (24/9/2022) di Utikini, Distrik Iwaka.

Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Marselinus Labu Lela
Para terdakwa penjual amunisi ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) saat dibawa ke dalam ruang sidang di Pengadilan Negeri Kelas II Timika, Selasa (24/1/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela

TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA – Sebanyak 51 personel Polres Mimika disiagakan untuk mengamankan sidang tiga terdakwa kasus penjualan amunisi kepada Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Pengadilan Negeri Kelas II Timika, Selasa (24/1/2023).

Sebelumnya, tiga terdakwa penyuplai senjata api ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang dibekuk oleh Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2022 pada Jumat (24/9/2022) di Utikini, Distrik Iwaka, Mimika, Papua Tengah.

Diketahui ketiga terdakwa tersebut berinisial BK, MN, YA dimana BK dan MN ini merupakan perpanjangan tengan dari YA.

Baca juga: Diserahkan ke Jaksa, 6 Penyelundup Amunisi dan Senjata Api dari Maluku ke Papua Segera Disidang

Terdakwa YA ini merupakan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di Kabupaten Mimika.

Sidang lanjutan dengan agenda eksepsi Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap tiga terdakwa dalam hal ini YA bersama BK dan MN mendapat pengananan sebanyak 51 personil dari Polres Mimika.

 

 

"Untuk hari ini potensi konfliknya tidak ada namun kami tetap berhati-hati karena simpatisan yang militan itu memang sudah ada dan mereka semakin lama semakin tahu jadwal siding,” kata Kaur Binops Bagops Polres Mimika, AKP Doriteus Jemalut kepada Tribun-Papua.com di Kantor Pengadilan.

Kata Doriteus, terkait pola pengamanan masih seperti biasa dengan ditempatkan personil di tiga titik.

Baca juga: Kapolda Papua Ancam Pecat Anggota yang Terlibat Jual Beli Amunisi, Irjen Mathius: Jangan Main-main!

"Tiga titik yakni diluar kantor guna antisipai hal-hal yang tidak diinginkan, pintu masuk, dan di ruang sidang," ujarnya.

Menurut Doriteus, pengamanan dijalankan sesuai dengan perintah pimpinan Kapolres Mimika.

"Kami tetap humanis sesuai perintah Kapolres dan kami juga harus galang mereka. Situasi selama sidang hingga selesai berjalan aman dan diamankan sesuai SOP dimana pihaknya melakukan pemeriksaan untuk tidak memboleh membawa sajam dan senjata didalam ruangan sidang," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved