Papua Terkini

Pejabat Dubes Australia Kunjungi Jayapura, Wakil Ketua MRP: Orang Papua Masih Trauma dengan Aparat!

Keluhan itu terkait pelanggaran HAM, trauma yang dialami warga Papua atas kehadiran aparat, hingga berbagai hal ketidakladilan lainnya.

Tribun-Papua.com/ Hendrik
Kunjungan rombongan Kedubes Australia disambut oleh Wakil ketua I Majelis Rakyat Papua Yoel Luiz Mulait, pimpinan Pokja dan anggota MRP lainnya, Kamis (19/1/2023). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Majelis Rakyat Papua (MRP) menyampaikan keluh kesahnya kepada sejumlah pejabat Kedutaan Besar (Kedubes) Australia saat mengunjungi Kota Jayapura, belum lama ini.

Keluhan itu terkait pelanggaran HAM, trauma yang dialami warga Papua atas kehadiran aparat, hingga berbagai hal ketidakladilan lainnya.

Diketahui, kedatangan pejabat Dubes Australia di jayapura pada Kamis (19/1/2023), untuk mendengar langsung penjelasan MRP soal kemajuan pembangunan Papua di era Otonomi khusus (Otsus).

Pertemuan berlangsung selama 2 jam di sebuah hotel di Kota Jayapura.

Baca juga: Trauma Pelanggaran HAM, Majelis Rakyat Papua Mengadu ke Dubes Australia: Kekerasan Terus Terjadi!

Adapun yang dibahas terkait situasi Papua, efektivitas Otsus, serta kerja sama dalam pendampingan di bidang pendidikan.

Selanjutnya, membahas kerja sama pelayanan masyarakat, kesehatan dan pemerintahan terutama di Daerah Otonomi Baru (DOB) di Papua.

Rombongan Kedubes Australia disambut oleh Wakil ketua I Majelis Rakyat Papua Yoel Luiz Mulait, pimpinan Pokja dan anggota MRP.

Dalam kesempatan itu, Yoel Luiz Mulait menyampaikan kepada Kedubes Australia bahwa situasi di Papua tidak baik-baik saja.

"Banyak terjadi kekerasan, pelanggaran HAM dan pembungkaman ruang demokrasi masih terjadi dan dialami langsung oleh orang asli Papua," kata Yoel kepada wartawan.

Ia memandang perubahan revisi UU Otsus Papua tanpa keterlibatan rakyat Papua, MRP dan DPR Papua membuat rakyat Papua marah dan kecewa terhadap pemerintah pusat hingga kini.

"Tidak ada jaminan dengan kehadiran 3 DOB akan mensejahterakan rakyat Papua," ujarnya.

Dikatakan, kehadiran 3 DOB hanya akan mendatangkan banyak aparat militer di tanah Papua, selain itu banyak warga non Papua yang akan masuk ke Papua untuk kuasai semua instansi pemerintah di 3 DOB.

"Masyarakat Papua masih trauma dengan kehadiran aparat, adanya DOB juga akan ada banyak pos militer yang berdiri di pelosok pedalaman dan ini akan membuat situasi di Papua tidak aman," ujarnya.

Senada, ketua Pokja Agama MRP Ciska Abugau, meminta pihak Kedubes Australia untuk melihat situasi Papua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved