Kerusuhan di Wamena
Pasca-kerusuhan di Sinakma Wamena, Aktifitas PBM Tidak Berjalan
Tidak hanya anak didik yang di pulangkan lebih awal, namun beberapa tenaga pengajar ada yang tidak datang ke sekolah.
Penulis: Arni Hisage | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Arny Hisage
TRIBUN-PAPUA.COM, WAMENA – Pasca-kerusuhan yang terjadi di Sinakma, Kota Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, aktifitas proses belajar mengajar (PBM) di kota tersebut tidak berjalan.
Dari pantauan Tribun-Papua.com disejumlah lokasi, bangku pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi serta aktivitas lainnya tidak beraktivitas seperti biasanya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wamena, Yosep Wibisono menjelaskan, sejak pagi anak-anak didik dan juga guru sempat hadir untuk mengikuti PBM di kelas.
Baca juga: Kerusuhan di Wamena Sebabkan 9 Warga Tewas, Pembela HAM: Harus Diselidiki!
"Tapi kami pulangkan lebih awal, mengingat secara psikologis, anak-anak sudah terganggu, jadi kalau dipaksakan tidak mungkin," kata Yosep, Jumat (24/2/2023) di Wamena.
PBM yang tidak berjalan bukan hanya di SMAN1 Wamena saja, melainkan terjadi di beberapa sekolah.
"Mungkin juga karena akibat trauma berkepanjangan, sehingga ada sesuatu yang bisa mengganggu psikologi anak-anak otomatis ada anak didik yang datang atau tidak," ujarnya.
Tidak hanya anak didik yang di pulangkan lebih awal, namun beberapa tenaga pengajar ada yang tidak datang ke sekolah, dikarenakan situasi pasca-kerusuhan Sinakma.
Untuk esok hari, Yosep menjelaskan, aktifitas PBM bakal kembali berjalan seperti biasa, namun pihaknya akan melihat situasi dan kondisi di wilayah Kabupaten Jayawijaya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/24022023-sma_negeri_1_wamena.jpg)