Selasa, 19 Mei 2026

Upaya Pembebasan Pilot Susi Air

Upaya Pembebasan Pilot Susi Air dari Tangan KKB, Penglima TNI: Ada Prajurit Khusus!

Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan, proses operasi tetap menjaga agar masyarakat sipil tidak terlibat.

Tayang:
Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Istimewa
ILUSTRASI - Upaya pembebasan pilot Susi Air Philips Mark Methrtens dari tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri yang sudah sebulan melakukan pencarian. 

TRIBUN-PAPUA.COM – Upaya pembebasan pilot Susi Air Philips Mark Methrtens dari tangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya terus dilakukan tim gabungan TNI-Polri yang sudah sebulan melakukan pencarian.

Terbaru, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono mengungkapkan, proses operasi tetap menjaga agar masyarakat sipil tidak terlibat.

"Kalau operasi serentak itu khawatirnya penduduk akan kena karena mereka (KKB) ini kan bersama-sama dengan penduduk,” kata Yudo Margono usai upacara gaktib dan yustisi di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (8/3/2023).

Baca juga: Sebulan Pilot Susi Air Disandera KKB Papua, TNI-Polri Siap Gempur Sarang Teroris?

Yudo Margono kemudian mengungkapkan bahwa KKB berpindah-pindah dan membaur dengan warga lokal sehingga menyulitkan.

Ia lantas meminta masyarakat bersabar terkait pembebasan pilot Philips.

Terlebih, kata Yudo Margono, pencarian pilot Philips bukanlah operasi militer, melainkan operasi penegakan hukum.

“Kita tidak mau masyarakat menjadi korban hanya gara-gara ini, sehingga ya harus sabar, menyelesaikan ini tidak langsung “des”. Ini bukan operasi militer. Ingat, ini bukan operasi militer,” ujar Yudo.

“Saya mempunyai prajurit bermampuan khusus, mempunyai alutsista yang bisa menyelesaikan itu, kalau harus menyelesaikan, tapi ini bukan. Ingat ini adalah operasi penegakan hukum sehingga tetap mengedepankan hukum,” katanya lagi.

Baca juga: Tolak Tawaran Selandia Baru untuk Bantu Selamatkan Pilot Susi Air, Panglima TNI Ungkap Alasannya

Diketahui, Philips yang merupakan warga Selandia Baru, disandera KKB setelah pesawat yang dipilotinya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan, oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya pada 7 Februari 2023.

Saat itu, pesawat tersebut mengangkut lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP). Sebenarnya, Philips dan kelima OAP sempat melarikan diri ke arah yang berbeda.

Belakangan diketahui kelima OAP telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara Philips masih disandera. (*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved