Kamis, 30 April 2026

Upaya Pembebasan Pilot Susi Air

Jubir OPM Pastikan Sandera Pilot Susi Air Aman dan Sehat, Philips Methrtens Jabat Egianus Kogoya

Pilot Susi Air itu tampak menjabat tangan Egianus Kogoya, pimpinan KIelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Tengah.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Istimewa
Tampak pasukan KKB bersama Pilot Pesawat Susi Air Philips Mark Methrtens di Hutan Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, saat ini. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kondisi pilot Susi Ari, Philips Mark Methrtens masih dalam keadaan aman dan sehat.

Demikian diungkapkan Juru bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) - Organisasi Papua Merdeka (OPM), Sebby Sambom secara tertulis kepada Tribun-Papua.com, Jumat (10/3/2023).

Sebby juga menyebar foto dan video terbaru pilot asal Selandia Baru tersebut.

"Kondisinya baik-baik saja, aman dan sehat," kata Sebby Sambom.

Baca juga: Panglima Yudo Margono Tolak Bantuan Selandia Baru Selamatkan Pilot Susi Air di Nduga Papua, Ada Apa?

Dalam gambar, pilot berusia 37 tahun itu tampak menjabat tangan Egianus Kogoya, pimpinan KIelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Nduga, Papua Tengah.

Terhitung, sudah 32 hari Sang Pilot di tangan KKB, pasca-penyanderaan di Bandara Paro.

Philips mengenakan jaket parasut berwarna biru les hitam, sementara Egianus Kogoya mengenakan jaket berwarna hijau abu.

Dalam sebuah video disebar, Philips berbicara soal situasinya dan meminta pertolongan dari pemrintah Indonesia serta Selandia Baru.

Pasukan Egianus dalam video itu juga meminta negara Selandia Baru segera mengambil tindakan.

"Kami TPNPB-OPM minta Selandia baru membawa konflik bersenjata di Papua ke Dewan keamanan," kata salah satu anggota KKB dalam video berdurasi 2,50 menit itu.

Tampak pasukan KKB bersama Pilot Pesawat Susi Air Philips Mark Methrtens di Hutan Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, saat ini.
Tampak pasukan KKB bersama Pilot Pesawat Susi Air Philips Mark Methrtens di Hutan Kabupaten Nduga, Provinsi Papua Pegunungan, saat ini. (Tribun-Papua.com/Istimewa)

Selain itu, mereka juga meminta agar beberapa negara luar untuk mengambil tindakan dalam hal hubungan bilateral.

Baca juga: Gambar Bendera Bintang Kejora Warnai Tembok Kantor Bupati Jayapura: Lihat Itu!

"Kami minta Selandia baru, Australia, Inggris, Prancis, China, dan Rusia untuk putuskan kerjasama militer ke Indonesia," ujarnya

Kemudian, mereka juga meminta agar dewan keamanan dapat melakukan mediasi antara TPNPB-OPM dan Indonesia soal konflik Papua.

"Kami TPNPB-OPM mengajak semua negara agar silahkan berbicara melalui ketua badan Diplomat kami, yaitu tuan Akoibo, dan Amatus Douw," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved