KKB Papua
Negara Persuasif Bebaskan Pilot Susi Air Philips Methrtens, Yudo Margono: Bukan Kekuatan Militer!
Negara mengedepankan cara persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah dalam operasi pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut.
TRIBUN-PAPUA.COM - Upaya pembebasan pilot Susi Air, Philips Mark Methrtens (37) yang disandera Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, terus berlangsung.
Hanya, negara mengedepankan cara persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemerintah dalam operasi pembebasan pilot asal Selandia Baru tersebut.
Demikian disampaikan Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, usai acara kegiatan layanan zakat Baznas bersama TNI di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (5/4/2023).
Ia mengatakan, pembebasan bukan mengedepankan kekuatan militer.
Baca juga: 16 Orang Ditetapkan DPO Pasca-pembakaran Pesawat Susi Air dan Penyanderaan Pilot oleh KKB
Yudo menyebutkan, aparat TNI-Polri memprioritaskan keselamatan Philips Mark Methrtens
“Apabila saya bebaskan dengan cara militer, pasti nanti saya sudah monitor dari pembicaraan, ‘Nanti kalau ketemu TNI bunuh saja ini, tembak saja ini’, nah nanti TNI yang dituduh membunuh pilot ini. Nah saya enggak mau terjadi seperti itu,” ujar Yudo.
Yudo juga mengatakan bahwa tokoh masyarakat dan Pj Bupati Nduga meminta aparat TNI-Polri bersabar.
“Ini berdasarkan dari tokoh masyarakat maupun Bupati Nduga yang selalu mengerem saya, meminta saya untuk sabar dulu, Pak, sabar,” kata Yudo.
Mantan Kepala Staf TNI AL (KSAL) dan Pangkogabwilhan I itu juga memastikan tidak ada tenggat waktu dalam operasi pembebasan pilot Philips.
“Kita usahakan secara persuasif. Jadi enggak ada target harus berapa hari, enggak ada target. Kita targetnya bisa dilepaskan dengan selamat dan tidak ada masyarakat yang menjadi korban,” ucap Yudo.
Adapun Philips disandera kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Egianus Kogoya setelah pesawat yang dipilotinya dibakar di Bandara Paro, Nduga, Papua Pegunungan, pada 7 Februari lalu.
Baca juga: 8 Unit HT Disita dari Pelintas di Lanny Jaya, Diduga Akan Diserahkan ke KKB Pimpinan Egianus Kogoya
Saat itu, pesawat tersebut mengangkut lima penumpang yang merupakan orang asli Papua (OAP).
Philips dan kelima OAP disebut sempat melarikan diri ke arah yang berbeda.
Belakangan, diketahui kelima OAP telah kembali ke rumah masing-masing. Sementara Philips masih disandera. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Panglima Yudo: Jika Pilot Susi Air Dibebaskan secara Militer, Nanti TNI Dituduh Membunuh",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/10032023-Pilot_Susi_Air-4.jpg)