Info Jayapura
Suplai Bahan Pokok, Pemkot Jayapura MoU dengan Pemkab Keerom
Suplai bahan pokok dari Kabupaten Keerom terutama komoditas holtikultura. Pasalnya, harga dipasaran saat ini tidak stabil.
Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hans Palen
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Demi untuk memenuhi ketersedian bahan pokok bagi warga di Kota Jayapura, kini Pemkot Jayapura melakukan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Keerom.
“Saya baru-baru ini telah melakukan penandatanganan MoU atau kerja sama dengan Bupati Keerom dalam rangka kerja sama antar daerah untuk mensuplai bahan pokok,” kata Frans Pekey.
Kata Pekey, suplai bahan pokok dari Kabupaten Keerom terutama komoditas holtikultura. Pasalnya, harga dipasaran saat ini tidak stabil. Dengan adanya kerja sama ini maka bisa menjaga kestabilan harga nantinya.
Baca juga: Jelang Idulfitri, Pj Wali Kota Jayapura: Distributor Jangan Menimbun Bapok
Menurut Pekey, Keerom menjadi daerah produsen untuk menampung dan mendistribusikan di pasar-pasar yang ada di Kota Jayapura.
“Kerja sama ini sudah jalan, mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat di Kota Jayapura lebih khusus pedagang untuk lebih mudah mendapatkan bahan pokok terutama komoditas holtikultura,” tuturnya.
Pekey mengaku, di Kota Jayapura harga komoditas holtikultura sering mengalami ketidakstabilan harga.
“Kalau dari hasil pemantauan kita di pasar tradisional dan pasar moderen dimana harga barang saat ini masih tergolong stabil. Kendatipun ada barang naik harganya, tetapi ada jenis barang lain yang justru turun,” ujarnya.
Ia juga memastikan stok bahan pokok selama ramadahan ini cukup.
Baca juga: Penuhi Kebutuhan Bapok Warga Jelang Ramadan, Lantamal X dan Pemkot Jayapura Gelar Basar Murah
Hanya saja, pihaknya meminta kepada pedagang dan distributor untuk tidak menaikkan harga sesuka hati, tetapi harus mempertimbangkan pula daya beli masyarakat di Kota Jayapura.
“Pendapatan ekonomi setiap masyarakat itu berbeda, sehingga distributor dan pedagang juga harus memikirkan hal ini.”
“Kami (pemerintah) pastikan akan terus turun lakukan pemantauan dilapangan. Jika ada distributor atau pedagang yang nakal artinya mereka menaikkan harga demi mencari keuntungan pribadi, maka jelas akan kita tindak tegas,” tandas Pekey. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/20042023-Sidak_Bapok-1.jpg)