Senin, 18 Mei 2026

PDAM Jayapura

Waduh! Cakupan Pelayanan PDAM Jayapura Masih di Bawah Standar Nasional

Pelayanan PDAM Jayapura saat ini masih di bawah standar nasional, yakni baru mencapai 80 persen.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Yohanes Musanus Palen | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Tribun-Papua.com/ Hans
Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda) Entis Sutisna 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.Com, Yohanes Musanus Palen

TRIBUN-PAPUA.COM-JAYAPURA- Direktur Utama PT. Air Minum Jayapura Robongholo Nanwani (Perseroda), Entis Sutisna, mengaku bakal terus berupaya benahi cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat di kota dan kabupaten Jayapura.

"Jadi cakupan pelayanan air bersih kita di PDAM Jayapura saat ini masih di bawah standar Nasional," ungkap Entis Sutisna ketika ditemui diruangan kerjanya, Sabtu (6/5/2023).

Kata Sutisna, standar nasional cakupan pelayanan itu harus 100 persen.

Sementara untuk PDAM Jayapura saat ini masih di bawah standar tersebut, baru mencapai 80 persen.

"Belum semua masyarakat kita, baik yang ada di Kota Jayapura maupun Kabupaten Jayapura, terlayani air bersih," ujarnya.

Baca juga: Petugas UPTD PDAM Kaimana Palang Kantor Pakai Balok Kayu: Gaji Kami 3 Bulan Belum Dibayarkan!

Sutisna menjelaskan, Wali Kota Jayapura dan Bupati Jayapura sudah meminta pihaknya agar tahun ini bisa memenuhi cakupan pelayanan air bersih bagi masyarakat sesuai standar nasional.

Hal ini dilakukan dengan menambah akses jaringan dan pelangan baru.

Demikian, pihaknya kini sedang kosentrasi melakukan pendataan, serta melihat daerah mana saja yang masyarakatnya belum mendapatkan pelayanan air bersih.

"Salah satu prioritas kami adalah pembukaan akses jaringan baru untuk pemenuhan air bersih bagi masyarakat di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, dan juga Kabupaten Jayapura," terang Sutisna.

Baca juga: PDAM Jayapura Kini Berbadan Usaha PT, Entis Sutisna: Tantangan Baru Perusahan

Kata Sutisna, khusus Kabupaten Jayapura masalahnya memang kompleks.

Ada memang yang sudah mendapatkan pelayanan air bersih melalui kebijakkan pembangunan infrastuktur yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui OPD terkait.

Namun semua ini belum tersinkron dengan baik.

Artinya mereka memang mendapatkan pelayanan air bersih tetapi tidak kontinu atau berkelanjutan terus menerus karena memang dibangun secara mandiri.

"Mungkin kita akan lakukan pendekatan-pendekatan dengan meminta bantuan bupati. Walaupun mereka membangun ini secara mandiri tetapi perlu ada proses pengalihan aset dari Pemerintah Kabupaten Jayapura kepada kita di PDAM Jayapura, sehingga ke depannya kami bisa mengelola secara baik untuk pemenuhan cakupan layanan air bersih secara berkelanjutan," tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved