Minggu, 12 April 2026

Info Haji 2023

Pembimbing Ingatkan Jemaah Haji Indonesia Tidak Paksakan Diri Cium Dinding Kabah

terjadi ketika tawaf misalnya jemaah mencium tembok-tembok Ka'bah dan itu membahayakan jemaah kita padahal tidak dianjurkan

Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, KH Zulkarnain Nasution 

TRIBUN-PAPUA.COM, MAKKAH - Jemaah haji Indonesia berangsur-angsur berangkat dari Madinah menuju Makkah. Di Makkah, jemaah haji Indonesia akan melaksanakan umrah wajib sebagai rangkaian dari ibadah haji.

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daerah Kerja (Daker) Makkah, KH Zulkarnain Nasution mengatakan, saat jamaah haji melakukan umroh wajib, mereka akan melakukan tawaf yakni mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali.

Baca juga: H-1 Embarkasi Gelombang II di Jeddah, 24 Wafat, 153 Dirawat, Jemaah Sakit Dievakuasi ke Mekah

Berkaitan dengan ibadah tawaf, jamaah haji dianjurkan agar tidak melakukan hal-hal yang di luar tuntunan bimbingan manasik.

"Contohnya (jemaah haji) tidak boleh syirik dalam haji, itu terjadi ketika tawaf misalnya jemaah mencium tembok-tembok Ka'bah dan itu membahayakan jemaah kita padahal tidak dianjurkan itu," kata Kiai Zulkarnain di Makkah, Rabu (7/6/2023).

Kepala Seksi Bimbingan Ibadah Daker Makkah ini mengingatkan jamaah haji bahwa yang dianjurkan adalah mencium Hajar Aswad.

Hal ini pun ditegaskan oleh Umar bin Khattab yang mengatakan bahwa dirinya tidak akan mencium batu Hajar Aswad jika Rasulullah SAW tidak menciumnya.

"Jadi artinya mencium Hajar Aswad pun karena melihat Rasulullah SAW menciumnya, tapi (jamaah haji) tidak boleh memaksakan (mencium Hajar Aswad) karena itu kita imbau jamaah haji kita untuk tidak mengikuti tingkah konyol ibadah yang dilakukan oleh jamaah haji lainnya," ujar Kiai Zulkarnain.

Baca juga: Saudi Delay 45 Menit, Tandai Penutupan Kedatangan Jemaah Haji Gelombang I di Madinah

Ia menyampaikan, pihaknya ingin memastikan tidak ada jemaah haji Indonesia yang melenceng dari tuntunan manasik haji.

Untuk diketahui, tawaf artinya mengitari atau mengelilingi. Secara istilah tawaf berarti mengelilingi Kabah sebanyak tujuh kali putaran, dimulai dan diakhiri di Hajar Aswad.

Dilansir dari buku Tuntunan Manasik Haji dan Umroh yang diterbitkan Kementerian Agama, 2020. Dijelaskan bahwa tawaf dimulai dengan mengucapkan Bismillahi Allahu Akbar.

Baca juga: 4 Kali Ditolak Masuk Raudah dan Hotel: Ini Kisah Umar Ugar, Haji asal Papua Disangka Jamaah Pakistan

Kalimat takbir menandakan bahwa dalam memulai aktivitas apapun, setiap manusia harus punya kesadaran dalam dirinya bahwa hanya Allah Yang Maha Besar.

Manusia tidak ada apa-apanya di hadapan Allah SWT. Kesadaran mendalam ini harus tertanam dalam sanubari, sehingga tidak ada kesombongan dan kezaliman dalam menjalani proses kehidupan.

Setiap orang yang sedang tawaf diharapkan tidak hanya mengelilingi Kabah secara fisik, tapi hatinya juga selalu ingat pada Allah dan menghayati apa yang dia baca. (*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved