Pesawat Jatuh di Papua
Pesawat SAM Air yang Jatuh di Yalimo Papua Dipiloti Kapten Hari Permadi, Polisi: Padahal Cuaca Bagus
Saat pesawat lepas landas dari Elelim pada pukul 01.53 WIT, cuaca dalam keadaan baik sehingga informasi adanya hilang kontak mengejutkan semua pihak.
TRIBUN-PAPUA.COM,. JAYAPURA - Pesawat Cessna 208 milik SAM Air dilaporkan hilang kontak setelah landar dari Bandara Elelim menuju Welarek, Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan, Jumat (23/6/2023) siang.
Pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Hari Permadi sebagai pilot.
Kapolres Yalimo AKBP Rudolof Yabansabra menyebut, ada enam orang di dalam pesawat, terdiri dari dua kru dan empat penumpang.
Dia menyebut, saat pesawat lepas landas dari Elelim pada pukul 01.53 WIT, cuaca dalam keadaan baik sehingga informasi adanya hilang kontak mengejutkan semua pihak.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pesawat SAM Air Hilang Kontak di Wilayah Welarek Yalimo Papua Pegunungan
"Cuaca bagus, hanya kemarin cuaca buruk makanya pesawat tidak masuk, makanya baru hari ini pesawat masuk," kata Rudolof ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat.
Hingga kini, keberadaan pesawat tersebut belum diketahui dan proses pencarian akan segera dilakukan.
Rudolof mengungkapkan, Distrik Welarek yang dituju oleh pesawat SAM Air merupakan wilayah yang sampai saat ini belum bisa diakses menggunakan jalur darat.
"Tidak ada jalur darat, harus pakai pesawat kalau ke situ. Normalnya rute itu jarak tempuhnya 30 menit," ungkapnya.
Berdasarkan data dari flight radar yang dikutip, pesawat tersebut bertolak dari Elelim pada pukul 10.54 WIT, namun pada pukul 11.00 WIT pesawat hilang kontak di sekitar wilayah Elelim.
Krisis Center SAM Air, Reza, menyebut belakangan pesawat SAM Air registrasi PK-SMW sudah dalam kondisi terbakar di hutan belantara.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Yalimo, Eddy Peyon, menyebut pesawat SAM Air itu disewa oleh seorang guru SD Inpres Poik Distrik Welarek, bernama Petrus Kepno.
Baca juga: Pesawat SAM Air Hilang Kontak di Yalimo, Manajemen: Kondisinya Terbakar di Hutan Belantara
Adapun identitas keempat penumpang yakni Petrus Kepno, Guru SD Inpres Poik.
Lalu, Roni Peyon, Penatua di Jemaat GKI Muralo, Efer Halerohon dan Tromina Peyon dari Kampung Holoi Distrik Welarek. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pesawat SAM Air Hilang Kontak di Yalimo Papua Pegunungan",
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Semuwa-Aviasi-Mandiri-atau-SAM-Air.jpg)