Pemkab Jayapura
Kemenkominfo Dorong Pemkab Jayapura Buat Program Prioritas Menuju Smart City
Menuju smart city pihaknya mengarahkan pemerintah daerah pada tiga pilar yakni adaptasi teknologi informasi, kolaborasi, dan inovasi.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Gratianus Silas Anderson Abaa
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) berkolaborasi bersama pemerintah Kabupaten Jayapura dalam rangka menuju Kota Cerdas (smart city).
Tenaga ahli Kementerian Kominfo RI, Acuviarta Kartabi menyatakan menuju smart city pihaknya mengarahkan pemerintah daerah pada tiga pilar yakni adaptasi teknologi informasi, kolaborasi, dan inovasi.
"Kami dari Kementrian Kominfo sangat mengapresiasi program smart city diarahkan untuk mempercepat proses pembangunan yang akan di laksanakan dalam jangka pendek, jangka menengah, dan panjang," jelasnya.
Baca juga: Menuju Smart City, Pemkab Jayapura Wajib Beri Solusi Layanan Publik Terbaik bagi Masyarakat
Hal itu disampaikan di sela-sela Bimbingan Teknis (Bimtek) Master Plan Kota Cerdas (Smart City) dan Quick Win Program Unggulan Tahap II Kabupaten Jayapura, di salah satu hotel di Sentani, Distrik Sentani.
Dia juga mengingatkan pemerintah daerah dalam memasuki tahun politik di 2024 untuk fokus pada program prioritas yang akan di buat.
Menurutnya sesuai dengan arahan Penjabat Bupati Jayapura, Triwarno Purnomo bahwa program berkualitas adalah punya daya ungkit dan multi flyer ekonomi terkait dengan perkembangan aktivitas masyarakat di Kabupaten Jayapua
"Ingat tahun depan masuk dalam tahun politik harus fokus pada program yang berkualitas, sehingga sesuai dengan arahan Pj Bupati kepada kami, untuk memilih ," katanya.
Bertumpu pada enam pilar terutama pilar lingkungan, sosial, ekonomi, tata kelola pemerintahan, dan kehidupan masyarakat (smart living).
Menurutnya, hal itu membutuhkan dukungan yang maksimal terutama dari seluruh pimpinan perangkat daerah.
"Kita harapkan proses menggali seluruh program diseluruh OPD dalam dokumen perencanaan, dalam jangka waktu 5-10 tahun sehingga bisa menghasilkan pembangunan yang jauh lebih baik berkualitas," jelasnya.
Kabupaten Jayapura terpilih sebagai implementasi smart city karena dianggap sebagai percontohan leader bagi kawasan Papua.
Sementara di daerah pemekaran di Provinsi Papua Selatan adalah Kabupaten Boven Digoel.
"Kabupaten Jayapura lebih kepada pengembangan sedangkan Kabupaten Boven Digoel kepada membangun fondasi. Saya kira masih banyak persoalan di sana yang di compare bersama Kabupaten Jayapura," katanya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kemenkominfo.jpg)