Info Jayapura
Laju Pertumbuhan Penduduk di Sentani Mengancam Keseimbangan Gunung Cycloops
Apabila tidak segera mengurangi jumlah penduduk di Kota Sentani, maka Gunung Cyclops akan terganggu.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pertumbuhan penduduk di Kabupaten Jayapura saat ini disebut mengancam kelestarian Gunung Cycloops.
Sebab, jumlah penduduk di tahun 2022 sudah mencapai 200.352 jiwa.
Jumlah penduduk tersebut terbagi di 19 distrik Kabupaten Jayapura.
Jumlah penduduk paling banyak ada di Distrik Sentani sebanyak 84.959 jiwa.
Baca juga: 4 Tahun Banjir Bandang Sentani, Pj Bupati Jayapura dan Pemuda Tanam Pohon di Kaki Gunung Cycloops
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Jayapura, Alphius Toam menyebut apabila tidak segera mengurangi jumlah penduduk di Kota Sentani, Gunung Cyclops akan terganggu.
Ia menjelaskan bahwa ada langkah antisipasi yang di lakukan ke Bappenas untuk memindahkan pusat Kota Sentani ke arah selatan Danau Sentani.
"Jadi kota sentani di pindahkan ke Selatan dan di Sentani dikurangi jumlah penduduk. Dari Sabron sampai di Puai tiga titik yang sudah disiapkan dalam pengembangan area kota baru. Haya belum di tetapkan secara SK," jelasnya saat di wawancara di di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.
Baca juga: Penanaman 1.000 Bibit Pohon di Kaki Gunung Cycloops: Peringati 4 Tahun Banjir Bandang di Sentani
Tetapi hingga saat ini belum ada penetapan rencana Rencana Tata Ruang Wilayah Kota yang di keluarkan oleh provinsi Papua sehingga bisa di lakukan master plan pengembangan kota.
Meskipun dari provinsi sudah sudah ada penelitian nya namun belum di tindak lanjuti.
"Dulu provinsi yang lakukan penelitian tapi belum ditindak lanjuti karena memang sebagai langkah partisipatif dalam rangka mengurangi pertumbuhan penduduk pemukiman di Sentani. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kadis-pur-kab-jayapura1.jpg)