Senin, 27 April 2026

Nakes di Jayapura Demo

Meski Nakes Tuntut Hak Persamaan, Aktivitas Pelayanan Kesehatan Tetap Berjalan Normal

Aktivitas pelayanan pasien di tiga rumah sakit yakni RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura, tetap berjalan normal.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Aktivitas pelayanan pasien di tiga rumah sakit yakni RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura, tetap berjalan normal. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Aktivitas pelayanan pasien di tiga rumah sakit yakni RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura, tetap berjalan normal.

Hal itu disampaikan, Ketua Komite Nakes Lain RSUD Jayapura, Rini Sisilia Kelanit kepada Tribun-Papua.com, Selasa (3/10/2023).

Baca juga: BREAKING NEWS: Sejumlah Nakes Gelar Aksi Tuntut Persamaan Hak di RSUD Jayapura

"Kami lakukan aksi damai, untuk diketahui pelayanan di tiga rumah sakit tetap berjalan, ada teman-teman kita layani, karena ini janji kita," katanya.

Ia menegaskan, ini aksi damai dan pelayanan pasien tetap berjalan.

 

03102023-nakes_demo-4
Aktivitas pelayanan pasien di tiga rumah sakit yakni RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura, tetap berjalan normal.

 

Sebelumnya diberitakan, Aliansi Tenaga Kesehatan dari dari tiga rumah sakit di Provinsi Papua menggelar aksi tuntutan persamaan hak TPP.

Diketahui, para nakes ini dari tiga rumah sakit diantaranya, RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura.

Aksi ini dilakukan di Halaman RSUD Jayapura, Selasa (3/10/2023).

Koorlap Nakes, Barbalina Dekeniap mengatakan, pihaknya menuntut persamaan hak.

Baca juga: Ini Tuntutan Nakes dari Tiga Rumah Sakit di Jayapura Papua

"Kita lakukan aksi, artinya kita semua Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di satu rumah baik di RSUD Jayapura, RSUD Abepura dan RSJ Abepura," kata Barabalina kepada Tribun-Papua.com, di Halaman RSUD Jayapura. Selasa.

Menurut dia, dokter spesialis dibayarkan tambahan TPP penambahan.

"Sesuai dengan tuntutan mereka, kenapa tenaga kesehatah lain dalam hal ini perawat bidan dan tenaga kesehatan lainta tidak dibayarkan, alasannya dana tidak ada."

"Loh, kalau dana tidak ada kita sudah tau dari awal itu, kenapa dokter spesialis bisa dibayarkan namun tenaga kesehatan lainya tidak," sambung dia.

Ia menambahkan, dalam tuntutan ini dalam hal ini perawat, bidan farmasi, laboratorium, dan analis.

"kan kita begitu banyak, jadi kami minta persamaan hak," tukasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved