Info Jayapura
Merusak Ekosistem Laut, Nelayan Diingatkan Jangan Pakai Bom Ikan
Perilaku merusak ekosistem laut, sambung Yarona, tentu akan berdampak bagi generasi mendatang.
Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Lidya Salmah
Laporan wartawan, Tribun-Papua.com Noel Iman Untung Wenda
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Nelayan di wilayah Jayapura dingatkan tidak mengunakan alat peledak berupa bom, racun dan potas saat mencari ikan.
Pasalnya, ditemukan banyakan kerusakan laut akibat racun dan bom ikan yang acapkali dipakai nelayan untuk mendapatkan ikan yang banyak.
"Saya minta kepada nelayan di Jayapura ini untuk tidak boleh pake racun dan bom untuk dapat ikan di perairan kami maupun di mana saja," kata Kepala Kampung Ormu Wari, Hosea Yarona, selaku pemilik hak ulayat kepada Tribun-Papaua.com, di Jayapura Sabtu, (21/10/2023).
Baca juga: Pabrik Pakan Ternak Pertama di Papua Selatan: Libatkan Petani dan Nelayan di Merauke
Penggunaan bom bukan saja merusak ekosistem laut, tetapi juga mengancam habitat yang ada di dalamnya.
"Orang yang tidak tau itu makan ikan mereka yang korban,"tegas Yarona.
Ia berharap nelayan lebih bijak dengan menggunakan alat pancing yang ramah lingkungan.
"Kita harus pake alat mancing," ujar Yarona lagi.
Perilaku merusak ekosistem laut, sambung Yarona, juga akan berdampak bagi generasi mendatang.
"kita harus pikir generasi ke depan jangan gunakan potas dan racun lah,"pintanya.
"Tolong sampaikan ke nelayan lainnya kalau mau tangkap ikan harus pake alat pancing, jangan gunakan bom, racun dan potas. Apalagi racun yang ikannya dikonsumsi manusia itu dampak bahaya sekali," pungkas Yarona. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/22102023-Bom-Ikan.jpg)