ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Papua Terkini

Constant Karma: Ada Solusi Agar Terhindar dari HIV-AIDS

Sunat, khitan, atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis.

Penulis: Noel Iman Untung Wenda | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Noel Iman Untung Wenda
Tokoh kesehatan Papua, Constant Karma saat meberikan buku pentingnya Sirkumsisi hasil karyanya kepada dua anak muda di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Rabu (25/10/2023). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Melihat perilaku berganti pasangan generasi muda yang semakin membahayakan diri mereka dari penularan penyakit menular, maka masyarakat disarankan untuk menggunakan sirkumsisi.

Sunat, khitan, atau sirkumsisi adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan dari penis.

Baca juga: Dinkes Kabupaten Jayapura Tambah 5 Puskesmas Pengobatan HIV/AIDS

"Saya punya saran untuk generasi muda adalah program sirkumsisi," kata tokoh kesehatan Papua, Constant Karma di Kantor Gubernur Provinsi Papua, Rabu (25/10/2023).

Dia mengatakan, dari pengalamannya saat menjadi ketua KPA Papua, pihanya melakukan sirkumsisi, dan banyak dampak positif untuk mencegah penularan HIV-AIDS.

 

 

"Dulu tahun 2016, saya kerjakan program sirkumsisi kepada anak SMA di Wamena yaitu di SMA Negeri 2 Wamena 52 orang. Bisa kok, program saya jalan di sana," ujarnya.

"Dan di Kota Jayapura  juga (Sirkumsisi) kami lakukan di Keerom dan Kabupaten Jayapura. Ada sebanyak 1.292 anak Papua umur 15 tahun keatas, dan itu berhasil," sambungnya.

Bahkan, kata mantan Wakil Gubernur Papua tersebut, jika melihat perilaku hubungan bebas terus meningkat dari semua kalangan, maka sirkumsiai hal yang harus dilakukan oleh masyarakat Papua.

Baca juga: 96 Persen Penyebaran HIV/AIDS di Kabupaten Jayapura Disebabkan Seks Biasa, Begini Maksudnya

"Bicara juga tapi, kelakuan anak-anak muda ini (seks bebas) jalan terus. Sehingga solusinya adalah program sirkumsisi, supaya ada perlindungan tetap," tukasnya.

Dia juga menegaskan, sirkumsisi bukan bertujuan melegalkan generasi muda untuk melakukan hubungan di luar pernikahan, tetapi hal ini berguna untuk kesehatan.

"Sirkumsisi untuk kesehatan, termasuk dapat mencegah HIV dan infeksi menular seks (IMS). Jadi, saya ulang lagi, sirkumsisi dapat mencegah penularan HIV-AIDS dan PMS," katanya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved