Jumat, 24 April 2026

Info Papua Selatan

HNSI PPS Gelar Pesta Nelayan 2024, Taufik Latarisa Tegaskan Hal Ini

Pesta Nelayan bakal dijadikan ajang tahunan untuk para Nelayan agar tetap kompak dan percaya diri arena kehadiran HNSI.

Penulis: Yulianus Bwariat | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Yulianus Bwariat
Ketua HNSI Provinsi Papua Selatan, Taufik Latarisa memberikan sambutan dalam acara Pesta Nelayan tahun 2024. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Yulianus Bwariat

TRIBUN-PAPUA.COM, MERAUKE - Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Papua Selatan menggelar pesta Nelayan yang 2024 di Pantai Lamlu Satul, Kabupaten Merauke, Minggu (21/1/2024).

Pesta Nelayan perdana itu dilaksanakan untuk mempererat tali silaturahmi sesama profesi Nelayan di wilayah Papua Selatan yang mencakupi Empat kabupaten yakni Kabupaten Merauke, Mappi, Boven Digoel, dan Asmat.

Baca juga: Pesta Nelayan Bakal Digelar Tahun Ini, Ketua HNSI Papua Selatan: Ini Perdana

Ketua HNSI Papua Selatan, Taufik Latarisa kepada wartawan mengatakan, pesta Nelayan bakal dijadikan ajang tahunan untuk para Nelayan agar tetap kompak dan percaya diri karena kehadiran HNSI sebagai pelindung para nelayan.

"Selain menjalin hubungan emosional sesama Nelayan, kami juga bakal menjadikan pesta Nelayan ini menjadi ajang tahunan," kata Taufik.

 

 

Dirinya mengakui, pesta Nelayan yang baru pertama dilakukan itu kedepannya bakal dilakukan evaluasi kembali agar seluruh nelayan di wilayah Papua Selatan dapat terlibat secara langsung.

"Selaku ketua HNSI Papua Selatan, saya berharap kepada pemerintah agar jangan melihat para Nelayan ini sebagai anak tiru, namun lihatlah kami sebagai anak negeri yang memberikan kontribusi nyata kepada daerah," tuturnya.

Baca juga: Stadion Katalpal Merauke Tidak Boleh Dijadikan Tempat Kampanye, Begini Penyebabnya

HNSI Papua Selatan hadir untuk mengawal aspirasi para Nelayan yang berjalan dengan sarat aturan di negeri Indonesia.

"Kami semua inginkan adalah Nelayan kuat, negara kuat, saya yakin kalau Nelayan belum sejahtera ekonomi belum kuat maka yang terjadi adalah Nelayan menjadi pengemis di negaranya sendiri," tegasnya.  (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved