ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Info Kabupaten Keerom

Bupati Keerom Pastikan Anggaran Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem Masuk APBD 2024

Untuk penanganan stunting kita terus berkabolarasi dengan mitra, selain Dinas Kesehatan kita punya mitra Posyandu, PKK, Puskesmas

Penulis: Ahmad Buendi Ginting | Editor: M Choiruman
Tribun-Papua.com
SAPA MASYARAKAT - Bupati Keerom, Piter Gusbager saat bertemu dengan masyarakatnya beberapa waktu lalu. 

Laporan Jurnalis Tribun-Papua.com, Ahmad Buendi Ginting

TRIBUNPAPUA.COM, KEEROM - Setelah menyerahkan DPA TA 2024 kepada seluruh OPD yang ada di Kabupeten Keerom, Bupati Keerom Piter Gusbager menekankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dengan stunting dan juga penanganan kemiskinan ekstrem harus benar-benar menjalankan program kerjanya dengan baik. 

Baca juga: Kabupaten Jayapura Hingga Keerom Diguyur Hujan, Ini Info Cuaca Untuk Provinsi Papua

Selain itu, Bupati yang merupakan anak asli Keerom ini juga menekankan bahwa anggaran menanganan stunting dan kemiskinan ekstrem tetap ada di APBD Kabupaten Keerom Tahun 2024 dan hal tersebut juga telah dilakukan ditahun-tahun sebelumnya secara berkelanjutan.

"Untuk stunting kita terus berkabolarasi dengan mitra, selain Dinas Kesehatan kita punya mitra Posyandu, PKK, Puskesmas dan yang utama adalah pelayanan dasar primier di Posyandu dan Puskesmas yang menjadi basis dalam penanganan stunting," kata Bupati yang gemar turun ke masyarakat ini.

Ia menambahkan persoalan stunting adalah menyoal kurangnya asupan gizi sehingga hal ini tidak terlepas dari kemiskinan, sanitasi dan juga ekenomi kemasyarakatan.

Oleh sebab itu Pemkab Keerom juga fokus menghidupkan ekenomi di tingkat kampung, agar semua roda perekonomian berjalan dengan lancar.

Baca juga: Ini Pesan Bupati Keerom Pada Peringatan Hari Ibu ke-95 dan Isra Miraj 1445 H di Negeri Tapal Batas

"Dalam dana desa itu kita ada turunkan kekampung-kampung harus menggunakannya untuk dana desa. Sedangkan juga ada melalui kabupaten, provinsi dan pusat yang kita kabolarasi dalam penanganan stunting," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa anggaran DPA yang telah diberikan juga telah diselaraskan dengan program kegiatan nasional dalam penanganan stunting dan kemiskinan ekstream.

Baca juga: Bupati Keerom Serahkan 2 Mobil Penunjang Pendidikan dan Ekonomi di Distrik Senggi

"Dalam DPA yang telah kita serahkan sudah diselaraskan juga dengan program nasional yakni menekan angka stunting dan kemiskinan ekstream di Kabupaten Keerom," terangnya.

Setelah pihaknya dilantik menjadi Bupati Keerom dan Wakil Bupati Keerom pada Tahun 2021 silam pihaknya telah berhasil menekan angka kemiskinan sebesar satu persen dan Ia berharap pada Tahun ini data tersebut dapat kembali ditekan. (*)

Sumber: Tribun Papua
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved