ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

KKB Papua

Pangkogabwilhan III Warning KKB Papua

Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin hari semakin brutal dan biadab saja.

Penulis: Roy Ratumakin | Editor: Roy Ratumakin
Kolase Tribun-Papua.com
Pilot Susi Air, Philips Mark Merthens disandera oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya sejak 7 Februari 2023 sesaat setelah mendaratkan pesawat di Lapangan Terbang Paro, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan. Inzert: Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkowilhan) III Letjen TNI Richard TH Tampubolon. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua semakin hari semakin brutal dan biadab saja.

Rekam jejak kejahatan dan kebiadaban KKB yang tidak berperikemanusiaan sudah tergambarkan dengan jelas.

Baca juga: Pembebasan Pilot Susi Air Butuh Kesepakatan Pemerintah Indonesia dan TPNPB-OPM

Kebrutalan KKB tersebut meliputi pembantaian terhadap masyarakat Orang Asli Papua (OAP) maupun masyarakat pendatang yang tidak berdosa serta terhadap Apkam yg bertugas membantu masyarakat.

KKB juga tak henti-hentinya selalu mengganggu dan menyerang aparat keamanan yang sedang bertugas menjaga keamanan di Papua dalam rangka mendukung percepatan pembangunan kesejahteraan untuk kemajuan Papua dan Papua Barat, sebagaimana yang diamanatkan sesuai Inpres No 9 Tahun 2020.

 

 

Bahkan, KKB dengan kejamnya menyandera Pilot Susi Air Philips Mark Marthens yang merupakan warga Negara Selandia Baru yang lebih setahun ini sebagai tawanannya.

Dengan ulah KKB selama ini membuat situasi tanah Papua menjadi tidak kondusif dan sangat menghambat proses pembangunan untuk kemajuan Papua, sehingga membuat Pangkogabwilhan III Letjen TNI Richard TH Tampubolon mengeluarkan himbauan kembali kepada KKB, Sabtu (30/3/2024).

Baca juga: Soal Pembebasan Pilot Susi Air, Kapolda Papua: Selandia Baru Percayakan Indonesia

Tiga himbauan ulang Pangkogabwilhan III tersebut, yaitu:

  1. Agar KKB segera melepaskan Pilot Philips Mark Marthens, karena penawanan pilot tersebut itu justru sangat menghambat transportasi masyarakat OAP termasuk suplai logistik khususnya distrik terisolir.
  2. Hentikan pembantaian terhadap masyarakat sipil yang tidak berdosa dan memanfatkan mama mama, anak-anak kecil sebagai pendukung operasi KKB tersebut. KKB menjadikan sasaran juga para tenaga pendidik, tenaga kesehatan dan semua pekerja yang turut membangun kesejahteraaan masyarakat di tempat terpencil, tertinggal dan terisolir.
  3. Hentikan penyerangan terhadap aparat yang bertugas menjaga keamanan di Papua dalam mengawal percepatan pembangunan di Papua demi terwujudkan kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Saya tegaskan kembali agar KKB mengindahkan apa yang saya sampaikan tersebut, demi terwujudnya tanah Papua sebagai sorga dunia yang indah, damai dan maju,” kata orang nomor satu di Kogabwilhan III tersebut dalam rilis yang diterima Tribun-Papua.com. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved