Pemkab Jayapura
Musrembang Pemkab Jayapura Hasilkan 313 Usulan
Diketahui jumlah usulan itu bertambah selama digodok saat musrembang berlangsung padahal usulan di hari pertama hanya 176 usulan.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Hasil musyawarah rencana pembangunan (Musrembang) daerah Kabupaten Jayapura yang berlangsung sejak 17-18 April, menyepakati 313 usulan untuk menyusun program kerja di bidang ekonomi, sosial budaya, dan infrastruktur.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jayapura Parson Horota menjelaskan berdasarkan dari hasil kesepakatan itu maka distrik dan perangkat daerah telah menyepakati 313 usulan dari 1.161 usulan.
Diketahui jumlah usulan itu bertambah selama digodok saat musrembang berlangsung padahal usulan di hari pertama hanya 176 usulan.
Baca juga: Musrembang Kabupaten Jayapura Bahas 176 Usulan dari Distrik, Parson Horota Ungkap Hal Ini
"Awalnya hanya 176 usulan, tapi berkembang saat musrembang," kata Parson usai menutup musrembang di salah satu hotel di Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis (18/4/2024).
Dikatakan, hasil musrenbang yang disepakati dengan Rencana Kerja Organisasi Perangkat Daerah (Renja OPD) tidak dilihat dari banyak usulan dari distrik namun diharapkan dapat diterima.
"Kita berharap diterima dari perangkat daerah benar-benar berkualitas mempunyai prioritas daerah pada prinsipnya disesuaikan dengan kemampuan disetiap daerah walaupun kegiatannya 1 atau 2 bermanfaat terhadap masyarakat dan dapat menjadikan masyarakat lebih sejahtera," katanya.
Adapun, besar anggaran yang akan dibelanjakan sesuai dengan target pendapatan daerah sebesar Rp 1,4 triliun itu akan dibagi ke 54 perangkat daerah untuk membiayai belanja operasional, belanja tak terduga, hibah, dan belanja transfer.
"Ini sesuai dengan regulasi Kementerian Keuangan. Yang pasti belanja daerah paling besar sesuai dengan amanat undang-undang, yakni pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," katanya.
Lanjut, Parson dalam program kerja paling banyak yang diusulkan adalah bidang infrastruktur yakni sebanyak 661 usulan sedangkan usulan yang diterima hanya 33 usulan, hal itu karena biaya infrastruktur yang mahal.
Baca juga: Warga Papua Nugini Diamuk Warga di Batas Negara, Diduga Hendak Mencuri
"Kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Tetapi semua kegiatan atau usulan ada yang bisa ditindaklanjuti dengan cara lain ke musrembang provinsi, proposal yang bisa di bawa ke kementrian, untuk menyelesaikan hal-hal mendesak," katanya.
Sementara itu, Sekertaris Bappeda Kabupaten Jayapura, Lukman Enriko dalam laporannya mengatakan bidang sosial budaya mengajukan 184 usulan diterima sebanyak 60 dan ditolak 124 usulan.
Bidang ekonomi jumlah usulan sebanyak 316, diterima 220 usulan, dan ditolak 96, serta bidang infrastruktur ada 661 usulan, diterima 33 usulan, dan ditolak 628.
"Kegiatan musrembang tahun ini total keseluruhan 1.161 diterima 313 usulan ditolak 848," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/a-Badan-Perencanaan-Pembangunan-Daerah-Ba.jpg)