Pemkab Jayapura
Belum Ada SMP di Distrik Ravenirara Pelosok Kabupaten Jayapura, Akses Internet Sulit
Dinas Pendidikan baru menyediakan satu ruang belajar pada tahun lalu untuk sekitar 30 siswa SMP di gedung sekolah SD Negeri Ravenirara.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita
TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura Ted Mokay mengatakan potret pendidikan di Kabupaten Jayapura saat ini harus memenuhi standar pelayanan minimal (SPM) yakni sekolah menengah atas harus didirikan disetiap distrik.
Ted mengungkapkan saat ini tersisa Distrik Ravenirara yang belum dibangun sekolah menengah atas (SMP).
Dinas Pendidikan baru menyediakan satu ruang belajar pada tahun lalu untuk sekitar 30 siswa SMP di gedung sekolah SD Kampung Yongsu Dosoyo.
"Jadi di distrik harus ada SMP, Ravenirara satu-satunya distrik yang belum ada, Airu sudah ada, karena itu tahun ini kita bangun ruang kelas baru (RKB)," katanya.
Baca juga: Gedung Belum Rampung, Relokasi SMP Negeri 1 Sentani Dilaksanakan Tahun Depan
"Disitu kita baru mulai dari SMP dengan kelas 7, tahun ini kita bangun tiga ruang belajar, sehingga jika kelas tujuh pindah ke kelas 8 ada ruangannya. Hanya 7 orang saja. Tidak banyak. Kita memang taget standar pelayanan minimal," sambunnya.
Distrik Ravenirara merupakan salah satu distrik terjauh di Kabupaten Jayapura, kata Ted, jika dilihat dari jumlah guru di sekolah dasar biasanya ada 6 guru walikelas, dan guru kesenian dan agama, kuota guru cukup untuk melaksanakan proses belajar mengajar.
"Kadang kelihatan guru kurang tetapi dilihat juga kembali kepada siswa karena tidak banyak," ujarnya.
Ted mengemukakan pemerintah kampung bisa menganggarkan dana kampung atau melalui sekolah untuk sekadar memperbaiki kursi atau meja yang rusak bukan menunggu dana dari pemerintah kabupaten.
"Ini yang belum konek adalah antar kampung dengan pemerintah diatas karena misalnya terjadi kerusakan, sekolah juga kalau meja kursi sekolah juga bisa bantu. Kampung bisa perbaiki untuk meja atau kursi untuk memakai dana kampung. Orang selalu berpikir tanggung jawab pemerintah daerah masa tidak bisa perbaiki," bebernya.
Adapun, mengenai masalah sulitnya akses jaringan internet, Ted mengaku tower BTS yang dibangun melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) sudah ada tetapi pemakaiannya terbatas dan ada yang rusak. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Pelaksana-Tugas-Plt-Kepala-Dinas-Pendidikan-Kabupaten-Jayapura-Ted-Mokay-dtg.jpg)