Selasa, 19 Mei 2026

Papua Terkini

Anda Mahasiswa Uncen dan Tak Serius Kuliah? Siap-siap DO, Begini Alasannya

Mahasiswa juga diimbau untuk tidak bermain-main saat proses kuliah, tetapi dapat menyelesaikannya tepat waktu.

Tayang: | Diperbarui:
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Pelaksanan tugas (Plt) Kepala Biro Pendidikan dan Kemahasiswaan Universitas Cenderawasih, Chris Jan Rumsano. 

Laporan: Tribun-papua.com/Noel Iman Untung Wenda

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Universitas Cenderawasih (Uncen) mengeluarkan sanksi tegas bagi mahasiswa/i yang bermain-main selama kuliah.

Plt Kepala Biro Administras Akademis Kemahasiswaan (BAAK) Uncen Papua, Chris Jan Rumsano mengatakan Uncen tidak bisa lagi mentolerir kebiasaan mahasiswa yang malas kuliah atau mengabaikan aturan kampus.

Sebab, semuanya terpantau di sistem pelaporan selama semester berjalan hingga akhir kuliah.

"Sistem pendidikan kita terkait laporan-laporan internal tidak lagi di tingkatan Universitas tetapi sudah harus dilaporkan secara nasional, melalui pusat data di PD Dikti," kata Chris kepada Tribun-Papua.com, Kamis, (03/05/2024).

"Sehingga kegiatan akademis itu semua terlapor di PD Dikti jadi mahasiswa yang masuk dari awal kuliah sampai selesai semua terdaftar di PD Dikti."

Baca juga: Uncen Kembali Gelar Seleksi SNMPTN bagi Calon Mahasiswa Baru, Ini Tahapannya

Indisipliner dimaksud apabila mahasiswa tidak serius mengikuti proses belajar mengajar, tidak melaporkan kulianya, terlambat memberi SPP,  tidak mengikuti jadwal yang ditetapkan oleh lembaga, cuti semester dan kuliahnya tidak serius akan berdampak buruk baginya.

"Itu kami dari Akademi sudah tidak bisa lagi membantu, misalanya merubah data perkuliaan karena sejak masuk dari awal itu datanya sudah terdata di PD Dikti dari awal kuliah sampai dengan akhir per semester," ujarnya.

Jadi kata dia kebiasaan mahasiswa yang kulia lama dan bermain kulia akan mempersulit mereka sediri.

"Masa studi 7 Tahun 14 Semester bagi S1, S2 5 tahun dan S3 7 tahun itu tidak ada lagi toleransi bagi mahasiswa," tegasnya.

JMSB UNCEN - Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen), yang menjadi lokasi tes Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) beberapa waktu lalu Kamis (15/7/2021).
JMSB UNCEN - Auditorium Universitas Cenderawasih (Uncen), yang menjadi lokasi tes Jalur Mandiri Seleksi Bersama (JMSB) beberapa waktu lalu Kamis (15/7/2021). (Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara)

Untuk itu dirinya mengingatkan kepada para orang tua agar serius membina anaknya.

Sementara, mahasiswa juga diimbau untuk tidak bermain-main saat proses kuliah, tetapi dapat menyelesaikannya tepat waktu.

"Maka Saran saya bagi orang tua yang mahasiswanya kuliah di kampus Uncen maupun kampus lain harus kuliah dengan baik karena kita dapati di Uncen jelang masa studinya selesai banyak mahasiswa yang belum selesaikan beban SKS nya yang seperti ini sulit," ujarnya.

Chris menegaskan, hal yang perlu dilakukan mahasiswa adalah belajar serius disertai kontrol dari orang tua/wali.

Baca juga: Uncen Mengalami Penunuran Penerimaan Mahasiswa Baru

"Pembayaran juga tidak ada toleransi, agar daerah tidak bisa keluar secara sistem dan bisa berkuliah tetapi kalau tidak dibayar dampak ujungnya adalah penomeran ijazah tidak bisa keluar," jelasnya.

Chris juga mengingatkan agar mahasiswa tidak bersantai, tetapi harus memprioritaskan kuliah.

"Semua berbasis elektronik jadi tidak bisa lagi mahasiswa bersantai-santai," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved