Selasa, 28 April 2026

Pemkab Jayapura

Triwarno Purnomo Minta Warga Jayapura Bersabar Soal Penataan Jalan Sosial Kemiri 

Air yang meluap dari belakang hotel Tabita Sentani tidak mampu terbendung hingga masuk ke badan jalan.

Tribun-Papua.com/Putri Nurjannah Kurita
Akses jalan Sosial Kemiri di Sentani kerap tergenang air akibat hujan deras. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Putri Nurjannah Kurita

TRIBUN-PAPUA.COM, SENTANI - Penjabat Bupati Jayapura Triwarno Purnomo meminta warga bersabar menunggu penataan jalan Sosial-Kemiri di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura.

Diketahui, jalan nasional dari depan Batalyon 651 Sentani hingga di depan toko Saga Kemiri seperti kolam air ketika turun hujan.

Air yang meluap dari belakang hotel Tabita Sentani tidak mampu terbendung hingga masuk ke badan jalan.

Triwarno menjelaskan pihaknya sudah mengetahui asal muasal terjadinya terjadinya luapan air karena itu masyarakat harus mendukung upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan tersebut.

Baca juga: Pemkab Jayapura Siapkan Rp 2 Miliar Gelar Festival Danau Sentani XIV Selama Lima Hari 

"Kita tahu kendala tetapi saya harap semua masyarakat rasional dan mendukung upaya dalam rangka menangani terjadinya luapan air," ujarnya di lapangan upacara Gunung Merah, Sentani, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Senin (13/5/2024).

Tampak enangan air yang terjadi ketika hujan deras beberapa waktu lalu di depan Hotel Tabita Sentani Distrik Sentani Kabupaten Jayapura
Tampak enangan air yang terjadi ketika hujan deras beberapa waktu lalu di depan Hotel Tabita Sentani Distrik Sentani Kabupaten Jayapura (Tribun-Papua.com/ Putri)

Menurut dia, sudah ada perencanaan untuk menyelesaikan jalan namun tidak mudah dan bukan dalam jangka waktu dekat, tetapi jika ingin lokasi itu dikembalikan seperti semula maka beberapa bangunan disitu harus rela di bongkar.

"Beberapa bangunnan rela dibongkar masyarakat harus di pahami kami upaya menata.Tidak ada yang biaa kerjakan secara cepat jika tidak ada dukungan," ujarnya.

Triwarno juga sudah turun ke lapangan guna mengecek langsung, kata dia, di belakang Saga Kemiri ternyata sudah ditutupi bangunan, ada rumah yang pagarnya roboh, tandon air runtuh, penyempitan jalan air karena bangunan kandang, dan sebagainya.

Baca juga: Pemkab Jayapura Harap Dukungan Mitra Pembangunan Sukseskan FDS XIV

"Kami turun ke lapangan masyarakat harus mengerti misalnya bendung di Kemiri, karena ada peliharaan babi terus persempit. Kita bersama menyadari ada aliran sungai dari Cyclops," katanya.

Sementara untuk langkah perbaikan pihaknya masih melakukan pembicaraan dan rapat persuasif bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jayapura. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved