Imigrasi Mimika
Imigrasi Mimika Gelar Sosialisasi Desa Binaan di Distrik Iwaka, Ini yang Dibahas
tujuan sosialisai desa binaan ini adalah sebagai bahan pengenalan tentang tugas dan fungsi imigrasi di Kabupaten Mimika.
Penulis: Marselinus Labu Lela | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Marselinus Labu Lela
TRIBUN-PAPUA.COM, TIMIKA - Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika menggelar sosialisasi desa binaan di Distrik Iwaka, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Rabu (26/6/2204).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Mimika, Mohamad Agus Sofani pada kesempatan itu mengatakan, sosialisasi ini merupakan salah satu program dan target kerja pembinaan Imigrasi untuk masyarakat di Distrik Iwaka.
"Kami ucapkan terimaksih kepada pihak distrik karena telah menerima kami dengan baik sehingga kegiatan ini bisa berjalan maksimal," kata Mohamad Agus Sofani kepada Tribun-Papua.com.
Baca juga: Dirjen Imigrasi: Penegakan Hukum Keimigrasian Naik 94,4 Persen Sejak Januari hingga Mei
Ia mengatakan, tujuan sosialisai desa binaan ini adalah sebagai bahan pengenalan tentang tugas dan fungsi imigrasi di Kabupaten Mimika.
"Tugas kami diantaranya adalah mengurus paspor ke luar negeri, pengawasan orang asing, maskapai penerbangan membawa orang asinf, keberadaan orang asing di perkampungan karena mereka wajib lapor," ujarnya.
Nenurutnya terkait desa binaan imigrasi ini guna mencoba melibatkan masyarakat membantu sebagian tugas dan funsi imigrasi.
"Tugas kami sangat banyak sementara SDM sangat sedikit karena Imigrasi Mimika membawahi delapan kabuapten. kami tidak bisa menyanggupi karena petugas kami hanya 37 orang, jadi logika rasilio pekerjaan tak seimbang. Oleh karena itu kami mencoba inisiasi salah satunya desa binaan ini," ungkapnya.
Ia mengajak warga Distrik Iwaka agar ikut ambil bagian membantu imigrasi dengan fokus desa binaan adalah banyak sekali tindak pidana perdagangan orang.
"Jadi banyak warga Indonesia yang ingin keluar negeri ternyata di bohongi orang dalam hal ini agen dengan menjanjikan pekerjaan di luar negeri. Ini merupakan penipuan dan wara negara Indonesia dirugikan oleh oknum tak bertanggungjawab ini," jelasnya.
Ia mengatakan, fokus lain sosialisasi ini karena kita di Papua juga masuk dalam ring batas negara RI-PNG sehingga perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat.
"Memang ada perbatasan tetapi ada masyarakat itu keluarganya di Papua Nugini. Ini tak bisa dihindari tetapi kami mencoba memberikan edukasi kepada desa binaan untuk memahami prosedur dan persyaratan salah satunya memilki pas lintas batas," ungkapnya.
Ia mengatakan, dua hal ini mau dicoba agar masyarakat bisa dilibatkan membantu tugas imigrasi dengan melibatkan aparat kampung untuk melihat masyarakatnya.
Baca juga: Jose Rizal Gantikan Edy Firyan Jadi Kepala Kantor Imigrasi Biak, Ini Pesan Kakanwilkumham Papua
"Kami harap sosialisasi ini dapat diikuti dengan baik. Muda-mudahan apa yang disampaikan agar warga bisa mengetahui tugas dan fungsi imigrasi dan peran masyarakat. Silahkan lapor imigrasi kalau ada penemuan orang asing di kampung," katanya.
Sementara Kepala Seksi Pemerintahan Distrik Iwaka, Segiyem menyambut baik kehadiran Imigrasi Timika untuk melakukan sosialisasi.
"Ini akan membuka wawasan kita semua untuk mengetahui apa itu imigrasi. Saya harap peserta dapat menerima materi ini dengan baik," singkatnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/Imigrasi-Kelas-II-TPI-Mimika-menggela.jpg)