Sabtu, 11 April 2026

Info Papua

FPPP Sebut Kondisi Pengungsi di Puncak Sangat Memprihatinkan

Akibat dari pada pendropan militer yang dalam jumlah banyak sehingga banyak masyarakat yang trauma dan mengungsi.

Penulis: Amatus Hubby | Editor: Lidya Salmah
Tribun-Papua.com/ Amatus
Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak atau KMPP Se-Jayapura saat melakukan jumpa pers di depan asrama Sinak kampwolker Jayapura Papua pada Rabu, (10/7/2024). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com,Amatus Huby.

Tribun-papua.com, Jayapura - Forum Pemuda Peduli Puncak menyebutkan kondisi pengungsi di Kabupaten Puncak yang sampai saat ini belum dievakuasi hingga masih tersebar di beberapa kabupaten, 

Hal ini dikatakan Jhon Tabuni selaku Sekretaris Umum FPPP saat jumpa pers di depan asrama Sinak, Kampwolker, Kota Jayapura, Papua pada Rabu, (10/7/2024).

Jhon Tabuni Selaku sekretaris umum Forum Pemuda Peduli Puncak (F-PPP) mengatakan, akibat dari pada pendropan militer yang dalam jumlah banyak sehingga banyak masyarakat yang trauma dan mengungsi.

Baca juga: Ratusan Pengungsi Kembali ke Kampung Karya Bumi Kabupaten Jayapura, Polisi: sudah Aman

Jhon Tabuni menjelaskan bahwa, masyarakat yang mengungsi tersebut terjadi sejak bulan Februari 2024 - Juli 2024 sampai saat ini belum kembali ke daerah asalnya.

"Situasi saat ini di puncak sangat tidak kondusif sekali, karena kehadiran TNI-Polri yang berlebihan"

Ia berharap Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang menangani persoalan Papua dan terutama kepada pemerintah kabupaten puncak agar tidak boleh mengambil kebijakan terlalu berlebihan untuk menghadirkan TNI-Polri di Puncak.

Dampak yang dirasakan oleh masyarakat puncak itu sangat trauma dan psikologisnya terganggu, dan generasi adik-adik mentalnya juga terganggu sehingga tidak bisa belajar dengan baik.

Dia juga menjelaskan kondisi konflik yang terjadi di beberapa distrik di kabupaten puncak itu sampai saat ini masih sedang terjadi konflik, seperti mutilasi dan diskriminasi terhadap warga sipil.

"Kami berharap sekali agar kejadian-kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di hari-hari berikutnya," katanya.

Dibeberkan lagi bahwa, kondisi kesehatan pengungsi saat ini tim investigasi sedang lakukan identifikasi terhadap setiap korban dan juga kondisi kesehatan masyarakat yang di setiap kampung, distrik ataupun kabupaten lainnya masih belum terkumpul 100 persen sehingga belum di identifikasi.

"Sejauh ini pemerintah belum respon baik sama skali terhadap situasi, mala pemerintah respon dengan menambah jumlah anggota TNI-Polri, ini kondisi lapangan yang sedang terjadi saat ini," katanya.

Baca juga: LBH Papua Adukan Kasus Kekerasan Seksual dan Pembunuhan Dua Ibu Pengungsi ke Komnas Perempuan

Dirinya pun  berharap masyarakat pengungsi bisa kembali daerah asalnya masing-masing untuk memulai hidup sesuai dengan standarnya masing-masing.  

"Kepada Pemda segera cepat merespon situasi ini agar warga yang mengungsi bisa pulang kembali," harapnya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved