Sabtu, 11 April 2026

Hari Anak Nasional 2024

Sambut Hari Anak Nasional, Kementerian Anak Rilis TelePontren

Telepontren ini bisa menjadi legacy Menteri Agama,Direktorat Jenderal Pendis, dari Direktorat Pendidikan Diniyah, dan Pondok Pesantren Kemenag.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Istimewa
TelePontren dirilis oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Eny Retno Yaqut. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kementerian Agama menggelar serangkaian acara dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2024 yang akan diperingati setiap 23 Juli.

Dalam rangka menyambut HAN 2024, Kemenag merilis TelePontren.

TelePontren adalah layanan chat dan call center inovatif berbasis platform Whatsapp TelePontren menjadi sarana pelayanan informasi sekaligus menyediakan solusi komunikasi yang efisien, efektif, dan interaktif, utamanya terkait aduan dan laporan perundungan anak.

TelePontren didesain sebagai sarana menyampaikan aduan yang bersifat rahasia, aman, dan tanggap dalam melayani laporan.

Saat akan menyampaikan aduan, pengguna dapat masuk melalui layanan chat TelaPontren, pilih aduan yang akan dilaporkan, masuk ke link formulir, isi formulir dengan lengkap, lalu kirim. Atau, pengguna juga bisa telepon langsung ke TelePontren saat akan melaporkan.

Baca juga: Jokowi Bakal Hadiri Peringatan Hari Anak Nasional di Jayapura, Istora Papua Bangkit Dibersihkan

TelePontren dirilis oleh Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama RI Eny Retno Yaqut didampingi Plt Dirjen Pendidikan Islam Abu Rokhmad bersamaan dengan pembukaan Peranesia (Pesantren Ramah Anak untuk Indonesia).

PERANESIA juga digelar sebagai rangkaian dari Peringatan HAN 2024. Acara ini mengusung tema “Belajar Dari Cara Pesantren Cegah Perundungan Anak”.

"TelePontren dirilis sebagai jembatan yang diharapkan bisa mengupayakan penurunan-penurunan angka kekerasan dan meningkatkan pencegahannya," ujar Eny Retno, melalui rilis pers yang diterim Tribun Papua.com,Sabtu (20/7/2024)..

Retno berharap, Telepontren ini bisa menjadi legacy Menteri Agama,Direktorat Jenderal Pendis, dari Direktorat Pendidikan Diniyah, dan Pondok Pesantren Kementerian Agama.

"Juga sebagai bold statement bahwa negara akan selalu hadir melalui Kementerian Agama bagi mereka yang mengalami perundungan," ujarnya.

Sementara itu,Plt Dirjen Pendidikan Islam Prof Abu Rokhmad mengatakan rilis TelePontren menjadi bagian dari terobosan Kemenag.

Baca juga: Presiden Jokowi Segera Kunjungi Papua, Polisi Pastikan Situasi Kota Jayapura Aman dan Kondusif

"Tentunya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat pendidikan diniyah, pesantren, dan pendidikan keagamaan Islam terhadap layanan informasi, utamanya terkait masalah perundungan," katanya.

Ia mengatakan,aplikasi ini diharapkan dapat menjadi wahana yang cepat tanggap dalam merespon kasus perundungan.

"Sekaligus media berbagi praktik baik di lingkungan pesantren dalam mencegah perundungan anak,” tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved